Tak Kunjung Membaik, Pelatih Cenderawasih Papua Didesak Mundur

JUBI — Tak kunjung membaiknya performa tim Liga Primer Indonesia, Cenderawasih Papua mendapat kritik dari berbagai kalang. Salah satunya Yohanes Songgonao, pemain Persipura era-90 an yang juga salah satu penggagas berdirinya tim ‘Burung Kuning’. Bahkan ia minta managemen memecat pelatih tim, Uwe Echenbreker karena dianggap gagal menangani Yance Rumbino dkk.  

“Tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan pelatih karena ia telah gagal. Tidak ada kemajuan yang berarti pada tim dalam setengah musim kompetisi ini,” kata Songgonao kepada Tabloidjubi.com di Jayapura, Selasa, 31 Mei 2011.
Baginya yang pertama harus bertanggung jawab atas kegagalan sebuah tim adalah pelatih. Karena buruk baiknya penampilan Yance Rumbino dkk dalam berlaga tergantung dari strategi dan cara Uwe Echenbreker memotivasi pemainnya.
“Jangan hanya selalu mengkambing hitamkan pemain. Meski mereka juga punya kekurangan, namun tentu itu tugas pelatih untuk melihat dan memperbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti kinerja pelatih, mantan pemain Persija dan Warna Agung ini juga berharap konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) merombak total managemen tim. “Konsorsium harus jeli melihat kalau tim ini sudah gagal. Jadi tidak hanya mengganti pelatih, namun managemen tim juga harus dirubah, karena mereka tidak mampu mengurus tim,” ujar Songgonao.

Ia menilai, salah satu penyebab terjadinya sikap indisipiner yang dilakukan dua pemain asing Cenderawasih Papua, Fred Agius dan Daniel Wilkinson beberapa waktu lalu. Karena managemen terlalu memberi kebebasan kepada mereka.

“Mereka tidak bisa tegas kepada pemain asing. Mereka terlalu diberi keleluasaan dan dimanja. Akibatnya mereka justru bersikap semaunya,” tandas Yohanes Songgonao.

Cenderawasih Papua sendiri Sabtu, 28 Mei 2011 lalu, takluk 3-1 dari tuan rumah Aceh United. Kekalahan ini kian membenamkan Yance Rumbino dkk di dasar klasemen sementara LPI dengan nilai 7 dari 18 kali laga. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *