Usman Fakaubun Sebaiknya Tidak Lagi Menghadiri Kongres PSSI

JUBI — Meski PSSI telah gagal melangsungkan kongres pemilihan ketua umum periode 2011-2014  di Hotel Sultan Jakarta, 20 Mei 2011 lalu. Namun federasi sepak bola tertinggi dunia, FIFA masih memberikan kesempatan kepada otoritas sepak bola Indonesia itu untuk kembali melakukan kongres sebelum 30 Juni mendatang.

Namun jika kembali gagal, maka organisasi yang dipimpin Sepp Bleter itu tidak lagi akan memberikan toleransi dan akan menjatuhkan hukuman kepada PSSI. Meski insan pecinta bola tanah air bisa sedikit bernafas lega seiring tidak adanya sanksi yang dijatuhkan FIFA akibat gagalnya kongres lalu, namun tetap saja masih ada kekhawatiran, hal serupa akan kembali terulang dikongres berikutnya.

Di Papua, sejumlah insan sepak bola mulai bersuara menanggapi kongres berikutnya. Bahkan terlontar pernyataan yang meminta agar Sekretaris Umum PSSI Papua, Usman Fakaubun yang juga pentolan Gerakan 78 tidak lagi mewakili Papua dikongres pemilihan Ketua Umum PSSI mendatang.  

Salah satunya adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua, Frans Ohoiwutun. “Sebaiknya Pak Usman Fakaubun tidak usah lagi menghadiri kongres berikutnya karena banyak kalangan yang telah mencurigai dia,” kata Frans Ohoiwutun di Jayapura, Selasa 31 Mei 2011. Frans Ohoiwutun mengatakan, meski nantinya Usman Fakaubun kembali ditunjuk Ketua Pengprov PSSI Papua untuk menghadiri kongres, sebaiknya ia menolak dan memberikan mandat tersebut kepada orang lain.

“Ini adalah harga diri. Beliau sudah banyak dikritik. Jadi meski diutus sebaiknya ia tolak saja. Namun Barnabas Suebu sebagai ketua Pengpov PSSI Papua juga hadir langsung jika memang tidak berhalangan. Kalaupun dia mengutus orang untuk mewakili harus ada koordinasi yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, agar tidak lagi ada miss komunikasi seperti yang lalu, sebaiknya para pengurus PSSI Papua terlebih dahulu melakukan pertemuan untuk memutuskan calon mana yang harus didukung.

“Selain itu saya melihat kongres mendatang akan sukses jika Gerakan 78 mengalah dan mematuhi aturan yang ada. Walau mereka telah berhutang budi kepada Arifin Panigoro dan George Toisutta,” tandas Frans Ohoiwutun.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Biro Kota Jayapura, Victor Mambor. Dikatakannya, jika ketua Pengprov PSSI Papua masih menggap perkembangan sepak bola Papua adalah hal penting, maka ia sebaiknya hadir saat kongres PSSI berikutnya.

“Sekaligus kehadiran ketua pengprov PSSI Papua dikongres bisa meminimalisir miss komunikasi antara pengurus dikubu PSSI Papua seperti yang terjadi sebelumnya,” kata Victor Mambor di Jayapura, Selasa, 31 Mei 2011.  Mengenai sikap PSSI Papua yang mendukung George Toisutta dan Arifin panigoro dalam kongres lalu, menurutnya, sebaiknya dukungan dialihkan kepada calon lainnya. karena kedua nama itu telah ditolak FIFA.

“Masih banyak orang di Indonesia ini yang berkompeten untuk mengurus Sepak bola. Kenapa harus memaksakan mereka yang bermasalah. Jadi siapapun nantinya yang diusung oleh PSSI Papua haruslah orang yang benar-benar bisa mengedepankan perkembangan sepak bola daripada kepentingan yang lain,” ujar Victor Mambor.

Sementara itu wakil Sekertaris Umum Pengprov PSSI Papua, Stev Dumbon mengatakan, sebenarnya secara organisasi Usman Fakaubun memang berhak hadir dalam kongres mendatang.  Namun tetap saja harus saja ada pertemuan dengan jajaran pengurus lainnya untuk menentukan siapa yang harus didukung PSSI Papua nantinya. “Kalau secara organisasi bukan hanya Ketua atau Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua yang salah, namun semua pengurus,” kata Stev Dumbon.   
Ia juga bersedia menghadiri kongres berikutnya, jika memang mendapat mandat dari Ketua Pengprov PSSI Papua, demi kepentingan organisasi.

“Kalau mandat itu jatuh ke saya, saya akan hadir. Walau belakang ini saya dinilai membangkang karena tidak sependapat dengan teman-teman. Namun saya tetap berpegang pada prinsip saya yaitu, untuk apa mendukung orang yang sudah ditolak FIFA, Karena akan merugikan kita sendiri,”  ujar Stev Dumbon. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *