KPU Dogiyai Terancam Diberhentikan

JUBI — Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai, Frits NG Agapa, menyatakan, setelah melihat buruknya kinerja sejak tahapan awal, lima anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dogiyai saat ini terancam diberhentikan.

“KPU Dogiyai dalam menjalankan tugas-tugasnya tidak berpedoman pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum serta aturan perundang-undangan lainnya. Termasuk dalam pemutakhiran data pemilih (DPT), dan sampai sekarang belum tetapkan hasil verifikasi berkas pencalonan. Lima anggota KPU Dogiyai sudah melanggar aturan, maka bisa diberhentikan dan diganti dengan personil baru,” tuturnya saat menghubungi JUBI, Rabu (1/6) siang.

Senada dilontarkan emukakan oleh Ketua Komisi A DPRD Dogiyai, Frans Magai. Pelanggaran yang dilakukan KPU terlihat pada tahapan verifikasi calon kandidat, karena sampai sekarang belum diumumkan.

“Jadual tahapan dan program kerja KPU yang telah disusun sendiri tidak dilaksanakan. Ini artinya, ada sikap tidak konsisten dalam menjalankan tugas dan hal itu menunjukan buruknya kinerja lima anggota KPU Dogiyai,” tandas Frans.

Lanjut dia, salah satu tahapan yang belum laksanakan hingga saat ini, tahapan penetapan calon kandidat.  Sesuai jadual, penetapan dilakukan pada 5 Mei 2011. Tapi diundur 18 Mei dan tanpa alasan yang jelas ditunda tiga hari kemudian. Belum memberikan penjelasan kepada pihak terkait, KPU Dogiyai secara sepihak menunda tanggal pleno penetapan hasil verifikasi berkas pencalonan.

“Sampai sekarang tidak jelas, kapan mau diumumkan. Alasan adanya kasus penembakan di Moanemani, tidak masuk akal, karena sekarang situasi sudah aman,” tutur Frans.

Frits dan Frans menilai, karena anggota KPU Dogiyai tidak mampu menjalankan aturan dalam beberapa tahapan Pemilukada, maka sebaiknya diganti dengan anggota lain yang tercatat di daftar tunggu. (Markus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *