Guru Di Aramsolki Keluhkan Haknya

Jubi — Guru SD YPPK Bulu Jalauki Kampung Aramsolki Distrik Agimuga hingga kini masih menanti pembayaran hak mereka, yakni gaji selama beberapa bulan belakangan ini. Meski tak disebutkan sejak kapan, yang jelas guru swasta yang dikategorikan guru relawan dan guru honor belum mendapatkan gaji.
Demikian diungkapkan salah seorang guru setempat, Oktopianus Maubak, Senin (27/6).

“Sampai detik ini, guru swasta dan guru relawan belum mendapatkan hak  gaji,” ungkapnya. Meski sekolah sedang  libur hingga 11 Juli mendatang, kata Maubak, akibat keterlambatan pembayaran hak guru tersebut akan berdampak luas. “Bisa-bisa sekolah tidak akan jalan. Sebab guru-guru tidak mungkin kembali secepatnya tepat waktu masuk sekolah. Yang jadi korban adalah anak-anak didik,” tekannya.

Di SD Bulu Jalauki terdapat 6 orang guru relawan (swasta), 5 orang guru kontrak yang diawasi langsung oleh Pihak keuskupan Timika, ditambah 3 guru PNS. “Total guru SD sebanyak 14 orang, tapi sebelumnya urusan guru, serta urusan anak murid tidak pernah berjalan baik. Beberapa guru sangat prihatin dengan perkembangan pendidikan di  Aramsolki,” kata Frater Petrus Agapa.

Salah satu contoh manajemen sekolah yang tidak berjalan adalah rekapan perolehan nilai melalui Buku Raport pelajar serta administrasi sekolah yang hampir tidak nampak.

“Anak murid dan beberapa guru datang pergi seperti pasar di sekolah ini,” ucap Agapa. (Welly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *