Tanah Pertamina di Karubaga Bermasalah

JUBI — Billy Weya, tokoh pemuda dan intelektual menyatakan bahwa sebenarnya lokasi yang dipergunakan membangun Pertamina di Karubaga masih bermasalah. Hal ini disampaikan kepada JUBI hari ini, kamis (30/6) di Karubaga.

“Dorang kumpul orang-orang tua, dibawa ke Jayapura, terus cap jempol untuk pelepasan tanah adat,” jelas Weya.

Saat ditanya siapakah yang dimaksud dengan dorang, Weya mengatakan, dorang yang dimaksud di sini adalah Bupati Tolikara saat itu beserta orang-orang yang memiliki kepentingan atas tanah tersebut.

“Di masyarakat, ada pihak yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Orang-orang tuan dibujuk oleh bupati untuk ke Jayapura,” ungkap Weya lagi.

Weya juga menceritakan masalah lain terkait Pertamina. Kepala distrik beberapa waktu lalu mengijinkan setiap orang di kampungnya untuk membeli minyak tanah dengan harga Rp. 23.000/liter di Pertamina. 1 orang maksimal membeli 5 liter.

“Pas antri Hari Sabtu (21/5), ada oknum Anggota TNI yang tidak mau antri. Masyarakat yang lihat protes tindakan tersebut tetapi malah ditampar oleh oknum aparat. Masyarakat yang ada saat itu menganggap sepele masalah tersebut lalu pulang semua setelah mendapatkan minyak tanah.” Tutur Weya.

Dua hari pasca penamparan itu, pada Hari Senin (23/5), 1 kompi pasukan TNI kembali ke lokasi dan menggelandang 5 anggota masyarakat yang berasal dari Kampung Banggeri untuk diamankan ke pos militer di Kota Karubaga. Danggu Wenda, salah satu anggota masyarakat dari Kampung Banggeri malah dikeroyok oleh pasukan ini.

Kasus ini kemudian diselesaikan dengan proses denda yang dituntut oleh pihak aparat sebesar Rp. 9 Juta. Masyarakat Kampung Banggeri  hanya berhasil mengumpulkan Rp. 5 Juta dan saat mengantarkan uang denda tersebut ke pos militernya (25/5), pihak aparat hanya mau menerima Rp. 2 Juta.

Weya menyesalkan sikap aparat TNI/Polri di Kabupaten Tolikara yang tidak bersahabat dengan masyarakat kampung padahal pengabdian seharusnya diberikan sepenuhnya kepada masyarakat.  (Aprila Wayar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *