Lagi, Dua Kelompok Warga Bentrok Di Kwamki Baru

JUBI — Dua kelompok warga asli Timika, Papua, kembali bertikai saling melempar dan menyerang  di depan Pasar Minggu Kwamki Baru, akibatnya salah satu warga terkena tikaman pisau di bagian punggung belakang tubuhnya.

Peristiwa yang bergejolak sejak pukul 11.00 WIT, terkait masalah perselingkuhan (asusila) antara OK alias Okto dengan UN alias Uka. Namun karena Uka dicari suaminya Obagame tidak ditemukan, sehingga kemarahan dilampiaskan pihak perempuan kepada pihak keluarga laki-laki yang beralamatkan di Kwamki Baru. hal ini berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian

Salah satu pihak yang menjadi korban asusila, meminta pembayaran denda adat sebesar 50 juta rupiah, namun hanya dibayar sebesar 25 juta rupiah, dimana sebelumnya sejak Kamis (30/1) malam, juga telah terjadi penyerangan hingga berlanjut Jumat (1/7) pagi. Pertikaian ini diselesaikan secara adat.

Saat berlangsung proses pembayaran denda adat yang dikumpulkan keluarga pelaku sebesar Rp. 25 juta dan 1 ekor babi yang kemudian diserahkan oleh keluarga pelaku, anak-anak muda dari pihak korban tidak bisa menerima hingga terjadi pertikaian yang dilanjutkan dengan saling menyerang menggunakan panah dan batu di jalan Trikora Kwamki Baru.

Akibat kejadian tersebut, satu warga  bernama Albertus terkena tusukan dibagian punggung kanan tubuhnya serta tiga orang lainnya terkena lemparan batu. Tetapi pertikaian ini cepat diatasi oleh Petugas Patroli dari  Polsek Miru dan Satuan Perintis. Polisi dalam mengamankan beberapa warga sempat melepaskan beberapa tembakan peluru keatas, agar warga membuabarkan diri. Hingga kini aparat kepolisian Mimika, tengah berusaha memediasi kedua belah pihak untuk berdamai dan mencari solusi terbaik dari kasus ini. (Eveerth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *