Dandim 1710/Mimika Ajak Wartawan Junjung Profesionalitas

JUBI — Komandan Distrik Militer (Dandim) 1701/Mimika, Letkol Inf. Christian K. Tehuteru, mengajak wartawan untuk bekerja sama dan menjunjung profesionalitas dalam melakukan kerja-kerja jurnalis di lapangan serta tetap menjalin kebersamaan antara media informasi dengan Kodim setempat.

Ajakan ini disampaikan dalam acara coffee morning silahturami Dandim 1701/Mimika bersama pekerja pers di Kota Timika, sekaligus ramah tamah jelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2011.

“Ini adalah awal yang baik untuk menjalin hubungan insan pers di Kota Timika, sebab dari bincang-bincang terlihat cukup tinggi animo wartawan memberikan masukan dan saran, sehingga dapat bekerjasama dalam hubungan juga sebagai kekeluargaan,” ujar Letkol Inf. Christian K. Tehuteru, saat bicang-bincang dengan wartawan di Makoramil 1710-02/ Timika, Sabtu (30/7).

Dalam acara ramah tamah coffee morning tersebut hadir berbagai media cetak dan elektronik baik lokal dan nasional, semua cukup banyak memberikan masukan, yang intinya agar TNI khususnya Komando Distrik Militer (Kodim) 1701/Mimika dapat membangun kesadaran masyarakat akan arti kemerdekaan di seluruh pelosok-pelosok kampung.

“Segala saran dan masukan kami akan terima dan akan dibicarakan kemudian, sehigga dapat membangun pendekatan yang baik kepada masyarakat, terutama menjelang HUT RI 17 Agustus 2011,” katanya.
Salah satu wartawan LKBN Antara, Evarianus Supar, dalam sarannya meminta agar Kodim bisa memlihat para veteran pejuang yang sudah berjuang, dalam hal ini memberikan sumbangan atau bantuan sebagai perhatian pemerintah kepada para mantan pejuang yng telah mempertahankan RI didalam Papua.

“Selama ini sudah berjalan, namun dengan adanya mereka bisa melanjutkan pemahaman yang benar tetntang arti kemerdekaan kepada masyarakat lainnya, minimal ada perhatian kepada para mantan pejuang,”

Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf. Christian K. Tehuteru mengatakan akan melihat data-data yang dimiliki pihaknya, sehingga akan diupayakan perhatian terhadap para mantan pejuang sebagai wujud perhatian TNI terhadap  pejuang pembela bangsa dan negara.

“Mereka adalah pejuang yang sudah terdahulu membela bangsa dan negara Indonesia, sehingga memang layak dibantu,” tandasnya.  (J05 & J08).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *