Demo Penyalahgunaan Raskin, Dua Orang Terpaksa Masuk Rumah Sakit

Jubi — Dalam usaha menuntuk hak rakyat, sejumlah pemuda dan masyarakat Jayawijaya melakukan aksi protes ke gedung DPRD kabupaten Jayawijaya. Aksi tersebut dilakukan pada hari Jumat (29/07). Para pemuda ini memprotes tindakan Bupati Jayawijaya dan pihak Dolog Wamena yang menjual beras bantuan raksin kepada pedagang. Namun dalam aksi tersebut, terjadi insiden kekerasan dimana dua pemuda yang melakukan aksi mengalami aksi pemukulan sekelompok orang tak dikenal.

Informasi yang dikumpulkan tabloidjubi.com dari para warga yang melakukan aksi, diduga pemukulan pertama dialami oleh Melly Wantik. Pemukulan itu terjadi di depan SPBU Kama. Pemukulan kedua dialami oleh kordinator demo atas nama Yan Matuan di depan pintu gerbang kantor DPRD Jayawijaya. Seorang pendemo yang tidak mau menyebut namanya melalui terlepon selulernya mengatakan awalnya para pendemo berkumpul di pasar Jibawa kemudian melalukan orasi di sekitar pasar dan menuju kantor bupati. Dalam perjalanan, sekelompok orang menghadang pendemo di depan SPBU kama, Wamena. Seorang penghadang berinisial HH, yang diduga juga sebagai seorang kepala Kampung, bersama teman-temannya  tiba-tiba melakukan aksi pemukulan terhadap kordinator lapangan atas nama, Melly Wantik. Namun para pendemo tidak terpancing dan terus melakukan perjalanan ke kantor DPRD. Di DPRD, para pendemo diterima oleh ketua komisi A DPRD Jayawijaya. Para pendemo ini melakukan pertemuan dengan ketua komisi A bersama tiga anggota DPRD. Setelah pertemuan, para pendemo meninggalkan kantor wakil rakyat menuju POLRES Jayawijaya guna melaporkan insiden pemukulan.

Namun, masih menurut sumber yang sama melalui telepon seluler itu, sekelompok orang yang tidak dikenal yang menumpang taksi menghadang pendemo di depan kantor DRPD. Kelompok tersebut kembali melakukan pemukulan terhadap korddinator pendemo, Yan Matuan. Saat ini dua orang yang mengalami aksi pemukulan itu msudah dirawat di RSUD Wamena.

“Kami melakukan demo bukan tanpa alasan. Kami mempunyai barang bukti yang lengkap. Barang bukti telah di tangan pihak kepolisian. Kami hanya meminta pertanggungjawaban pihak bupati Jayawijaya dengan Dolog tetapi kelompok kami menjadi korban pemukulan. Pemukulan ini semacam pembelaan terhadap bupati dari pendukungnya. Suatu tindakan yang sangat tidak benar.” ujar pendemo tersebut melalui telepon selulernya. (J/18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *