Harga Sembako Naik Jelang Ramadhan

JUBI —   Menjelang Bulan Suci Ramadhan (bulan puasa) yang akan dirayakan oleh umat Muslim, ikut mempengaruhi  harga kebutuhan Sembilan bahan pokok (sembako) naik pada sejumlah supermaket dan pasar di Kota Timika, Papua. Para pedagang di Pasar Sentral Timika para pedagang umumnya menaikan harga barang jualannya menjelang bulan Ramadhan, dengan kisaran harga Rp. 5 ribu hingga Rp. 10 ribu.

Salah satu pedagang, Alifuddin  mengatakan,  kenaikan harga sembako dan sayur mayur  mengikuti harga  secara nasional. Bila pasar di sejumlah daerah di Pulau  Jawa, Kalimantan, Sulawesi naik, maka kami disini  juga ikut naik.

“Hal ini dipicu karena semua kebutuhan sembako, dan  bumbu-bumbu didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi dengan  biaya pengiriman cukup besar melalui kapal laut,” katanya.

Harga beras berkisar Rp180.000- Rp. 200.000 per  karung, karena dihitung dengan biaya pengirimannya. Timika harga sembako sangat berubah-ubah, selain  kenaikan secara nasional atau karena kenaikan BBM, ataupuun kenaikan gaji PNS misalnya, termasuk dipengaruhi dengan kenaikan gaji karyawan PT Freeport  Indonesia.

“Harga barang pasti akan naik terus, apalagi kalau gaji karyawan PT Freeport Indonesia akan naik nantinya, tentu sangat berpengaruh pada harga barang dipasaran Kota Timika,:” akui Alifuddin.

Minyak goreng misalnya harga sebelumnya sekitar  Rp110.000 saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp 180.000. Minyak goreng jenis filma dan jenis lainnya juga mengalami  kenaikan hingga Rp 150.000 dalam kemasan lima liter.Harga beras yang dijual di pasar-pasar seperti Pasar  Sentral Timika, Pasar SP2, dan di super market dan mall, dimanayang  berukuran 18-19 kg, berkisar antara Rp150.000 naik  menjadi Rp180.000 dari berbagai jenis. Sedangkan beras dalam  kemasan 25 kg yang biasa dijual dengan  harga Rp. 180.000 mengalami kenaikan menjadi Rp200.000 hingga  Rp210.000. Sedangkan gula pasir kemasan 50 kg dijual dengan  harga meroket Rp. 450.000.

“Bila pemerintah tidak melihat dan menekan harga barang dipasaran, maka pasti pedagang akan naikan, sebabnya perlu ada perhatian yang serius juga dari pemerintah daerah setempat,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan  Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Mimika, Cherly  Lumenta, SE.M.Si, mengatakan pihakya telah  menggelar rapat koordinasi dengan pada distributor, agen  sembako untuk mengecek persediaan.

“Harga barang yang naik akan di cek di pasaran, sebabnya bagi para distributor  maupun agen tidak menimbun sembako yang dapat menganggu  permintaan di pasar, apalagi menjelang puasa yang tinggal  beberapa hari saja,” pintanya.

Terkait dengan operasi pasar jelang Ramadhan maupun umumnya menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran, maka  Pemda Mimika  melalui Diskoperindag bersama distributor mengadakan operasi  pasar di sejumlah wilayah di Kota Timika dan SP-SP. Dimana hal tersebut telah dibicarakan sambil menunggu jadwal operasi pasar.  (J05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *