Raker I KNPI Mamberamo Raya Hasilkan Sejumlah Program dan Rekomendasi

JUBI – Orientasi dan Rapat Kerja I KNPI Kabupaten Mamberamo Raya yang digelar dua hari, 29-30 Juli, dan ditutup resmi oleh Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw di Kasonaweja Ibu Kota Mamberamo Raya, Sabtu, (30/9) menghasilkan sejumlah program kerja yang diharapkan dapat mengawal KNPI di daerah itu dalam menata program kerja 3 tahunan kedepan. Dalam Bidang Kaderisasi misalnya, KNPI di daerah itu merasa pentingnya pemuda disana untuk lebih memantapkan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan pemuda serta bagaimana menjadi seorang pemimpin baik di tingkat Kabupaten maupun Distrik.

Pada aspek pendidikan misalnya, pemberantasan buta aksara dan pembentukan PAUD di tingkat Distrik menjadi prioritas untuk KNPI sebagai yang terdepan untuk memajukan sumber daya manusia di darah itu. Pada bidang Hukum dan HAM, KNPI di daerah itu pun bersama pemerintah di daerah itu untuk menegakan hukum dan membangun kesadaran hukum kepada semua elemen masyarakat serta mendorong pemerintah di daerah itu untuk lahirkan Perda larangan minuman keras.

Pada program lain yang disampaikan oleh Komisi B menyangkut  pokok pikiran dan rekomendasi yang dibacakan Ketua Komisi, Marthen Bilasi, merekomendasikan pembentukan koperasi pemuda yang dikelola oleh KNPI di 8 Distrik dan membentuk dan mendorong dan memfasilitasi kelompok usaha di berbagai sektor. Pemuda di daerah itu melalui Komisi B juga mendorong pemerintah untuk bekerja sama melestarikan budaya masyarakat Mamberamo Raya lewat even festival budaya tingkat Kabupaten. Dan yang menariknya lagi mereka bertekad untuk melestarikan kawasan Mamberamo Raya sebagai kawasan wisata alam.

Ketua KNPI Mamberamo Raya, Roby Rumansara yang juga Wakil Bupati setempat dalam arahan penutupan, Sabtu di ruang sidang DPRD Mamberamo Raya menegaskan selama dua hari orientasi dan rapat kerja I KNPI di daerah itu dimana peserta telah mendapatkan tambahan pengetahuan, pengalaman sebagai bagian yang menjadi tujuan dari KNPI di daerah itu.

Dia berharap pasca Raker dan orientasi KNPI I itu, masing-masing peserta setelah kembali ke distrik dan kampung, harus bisa mempraktekkan ilmu dan pengetahuan yang didapat pada batas-batas yang wajar dan dilakukan dengan santun. Hasil rapat kerja dan orientasi selama 2 hari kata Rumansara menjadi rekomendasi bagi pengurus KNPI yang akan diperhatikan untuk selanjutnya mencoba untuk melakukan.

Wakil Ketua KNPI Provinsi Papua, Beny Ruatakurey, SPd, MM menyatakan kendati baru satu tahun KNPI di daerah itu, mereka telah melakukan Raker I yang dinilainya bagus.
“Kita bersyukur karena Ketua KNPI yang adalah Wakil Bupati yang berpengalaman, tapi juga ada tantangan bagi kita sekalian, jika proses ini lebih bermakna untuk sebuah hasil yang baik. “
KNPI Mamberamo Raya kata Beny, Harus bermitra dengan pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh adat, dengan semua komponen untuk melakukan sesuatu sebagai gerakan besar.

Bupati Kabupaten Mamberamo Raya, Demianus Kyeuw-Kyeuw yang diwakili Ketua Bappeda, Obed Barends  dalam sambutannya mengatakan, perubahan dan perencanaan yang dihasilkan oleh KNPI dalam forum orientasi dan Raker I KNPI Mamberamo Raya akan sia-sia kalau tidak dilakukan dengan baik dengan memperhitungkan kelemahan, kekuatan dari sebuah program yang akan dijalani.
Sebagaimana hanya dua Komisi yang terbagi dalam Raker KNPI Mamberamo Raya yakni Komisi A membidangi Program masing-masing, Bidang Kaderisasi, Pendidikan, Bidang Usaha dan Wiraswasta, Bidang Pemberdayaan Perempuan, Bidang Olahraga, Bidang Pembinaan Umat Beragama, Hukum dan HAM, Politik dan Demokrasi.

Pada Komisi B menyangkut pokok pikiran dan rekomendasi,yakni perlunya adanya tranparansi di pemerintahan setempat, dan penyempurnaan bidang politik dimana KNPI mendorong pengkaderan pemuda dalam bidang politik. Di bidang ekonomi yakni pembentukan koperasi pemuda di 8 distrik. Juga membentuk kelompok usaha kecil di berbagai sektor dan pelarangan minuman keras melalui Perda, HIV dan AIDS dan obat-obatan terlarang. Untuk bidang social budaya yakni pelestarian budaya, dan  pelestarian kawasan wisata alam. (J/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *