Pemekaran Papua Tengah Masuk Tahapan Penyelesaian Di MK

JUBI — Tokoh Masyarakat Mimika yang juga Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Andreas Anggaibak, mengatakan bahwa komitmen masyarakat Mimika sudah bulat untuk memperjuangkan pemekaran provinsi ini. Dimana saat ini sudah masuk dalam tahapan di Makahmah Konstitusi untuk meninjau produk hukum sebelumnya.

“Sejumlah politisi dan tokoh masyarakat menyatakan akan berjuang sendiri, yang mana proses pemekaran Papua Tengah saat ini sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi untuk meninjau kembali produk-produk hukum sebelumnya,” kata Anggaibak, kepada pers di Mimika, Rabu (10/8).

Dijelaskan bahwa timnya baru kembali dari Jakarta untuk memasukan berkas gugatan ke MK mengenai status Provinsi Papua Tengah.

“Kami mempersilahkan teman-teman dari Biak yang membawa tim ke Jakarta yang mau bertemu Presiden SBY. Kami sudah berjuang sejak tahun 2003 setelah pro kontra pemekaran yang saat itu pemerintah pusat memoratorium provinsi ini,” paparnya.

Ditegaskan bahwa perjuangan ini  terus berjalan sampai hari ini, bahkan provinsi Papua Tengah menciptakan sejarah luar biasa, karena ada sejumlah warga kami yang meninggal karena menghadirkan provinsi ini.

“Perjuangan untuk mendapatkan Provinsi Papua Tengah dengan mengorbakan nyawa, air mata dan harta. Ini yang harus saudara-saudara tahu, dan ini sejarah yang harus dibayar mahal oleh pemerintah pusat yang tetap memberikan provinsi ini degan ibukota di Timika dan bukan di tempat lain,” ungkapnya.

Sementara Anggota DPRD Mimika, Wilhelmus Pigai, SH dengan tegas meminta Kaukus Parlemen Papua untuk memisahkan Biak, Supiori, Serui, Warpoen untuk  keluar dari Papua Tengah.
“Kami berjuang sendiri untuk Provinsi Papua Tengah, dan mereka berjuang sendiri untuk Provinsi Teluk Cenderawasih. Kami tidak akan kasih provinsi kepada mereka. Timika saat ini tidak ada lagi pro kontra, tidak lagi ada konflik, dan kami semua sambut provinsi Papua Tengah dalam sebuah kebersamaan,” jelas Pigai.

Sementara Wakil Bupati Mimika, Abdul Muis, ST.MM menitipkan pesan kepada para politikus Senayan, dan juga kepada Kaukus Parlemen Papua untuk memperjuangkan Provinsi Papua Tengah dengan ibukota di Timika.

“Ini aspirasi dari masyarakat yang perlu kami sampaikan kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat, Mimika siap menyukseskan Papua Tengah. Mimika telah menciptakan sejarah bagi Papua Tengah. Apalagi dasar aturan sebelumnya UU No 45 Tahun 1999 dan Inpres No 1 Tahun 2003 sangat jelas ibukota Papua Tengah ada di Timika.

Informasi terakhir dari sumber Tabloidjubi.com, terkait persiapan pemekaran Papua Tengah, hingga kini telah mencapai  85 persen. Karena yang diminta harus ada 7 kabupaten, akan tetapi yang telah disipakan sebanyak 6 kabupaten antara lain Kabupaten Mimika, Supiori, Puncak,Yapen,  Kabupaten Waropen dan Paniai. Dengan sejumlah rekomendasi yang diberikan kepada Depdagri, DPR-RI dan Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Kaukus Parlemen Papua DPR-RI.  (J/05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *