7 September, Deadline Kembalikan 2 Buah Pucuk Senpi

JUBI — Kapolres Paniai, AKBP Jannus P Siregar menegaskan bahwa pihak yang telah mengambil paksa dua buah pucuk senjata api di Mapolsek Komopa, Distrik Agadide, Selasa (16/8), segera menyerahkan kepada negara melalui Polres Paniai.

“Kami masih bersabar menunggu dua buah senpi itu dikembalikan, karena ini alat negara yang tidak bisa dipakai sembarang,” katanya dalam sebuah pertemuan dengan Tokoh Agama, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda di Aula Mapolres Paniai, Senin (29/8) siang.

Menurut Kapolres, upaya pengejaran terhadap senjata tersebut sudah bisa dilakukan pasca perampasan oleh sekelompok orang. “Tapi, rencana itu masih kami tahan, pertimbangkan beberapa kemungkinan lain. Makanya, sampai sekarang kami tunggu.”

Polres Paniai tampaknya mempertimbangkan kemungkinan ekses buruk jika terjadi kontak senjata dengan pihak perampas, bisa saja berdampak pada warga sipil. “Perampas alat negara itu baik-baik datang kembalikan,” kata Siregar, sembari menegaskan, “Kami kasih waktu sampai tanggal 7 September. Kalau masih juga belum serahkan, pengejaran akan dimulai.”

Beberapa usulan sempat disampaikan oleh Pimpinan Gereja, antara lain langkah persuasif yang bisa ditempuh agar tidak mengorbankan kenyamanan warga masyarakat Paniai ketika operasi diberlakukan. Juga keprihatinan bersama terhadap situasi sebelum, selama maupun setelah peristiwa kontak senjata baru-baru ini.

Sementara pihak TPN-OPM pimpinan John Magay Yogi yang diduga mengambil dua buah pucuk senjata, pada pertemuan dengan Pimpinan Gereja di Eduda, Jumat (26/8), menyatakan bahwa barang-barang miliknya yang diamankan anggota Polisi dan Brimob di Madi, Jumat (29/7) pagi, antara lain uang derma dan babi yang saat itu hendak dipersembahkan pada pesta peresmian Paroki Salib Suci Madi serta amunisi dan pistol, harus dikembalikan. Setelahnya, ia bersedia menyerahkan senjata rampasan tersebut.

“Senjata dan peluru itu alat negara. Hanya layak dikenakan oleh aparat keamanan di sebuah negara. Jadi, kita tidak akan penuhi permintaan itu,” tegas Kapolres Paniai saat pertemuan yang juga dihadiri Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Danton Brimob dan beberapa perwira lainnya di Mapolres Paniai.

Diakuinya, dua buah senpi jenis AK-47 buatan China itu dirampas Selasa 16 Agustus 2011 sekira pukul 01.00 dini hari. (J/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *