105 Tahun Pembangunan Tidak Sentuh Sukikai Selatan

JUBI — Kepala Distrik Sukikai Selatan, Tobias F Bunapa  mengatakan bahwa pembangunan di wilayahnya, kurang lebih 105 tahun, sejak Belanda masuk tahun 1902, baik gereja maupun pemerintah tidak pernah melaksanakan pembangunan.

“Bahkan sejak masih bergabung dengan kabupaten induk juga belum mendapat sentuhan pembangunan,” ujar Tobias Bunapa, kepada pers di Jayapura, Selasa (30/8).
Ditambahkan,  pembangunan yang sedang berjalan saat ini merupakan bantuan dan dukungan dari Kabupaten Dogiyai, dimana pihaknya berterimakasih  atas dukungan bantuan dana Respek 700 juta, sehingga bisa membantu kemajuan distrik ini.

“Bahkan selama ini juga tidak ada sentuhan pembangunan dari Kabupaten Fak-Fak dan Mimika, sehingga saya sendiri tidak pernah mengakui wilayah lain selain Kabupaten Dogiyai menjadi milik wilayah Sukikai Selatan,” tegasnya.

Terkait pembangunan, katanya, sejak tahun 2008 dibuka lapangan terbang dan  tanggal 10 oktober 2008  pesawat Susi Air bisa mendarat, disisi lain lewat bantuan Pemda Dogiyai dibangun satu landasan pesawat Twin Otter.
“Ini suatu kemajuan, sehingga masyarakat juga meendukung kebijakan pemerintah, walaupun belum ada bupati definitif, akan tetapi  terus mendukung hingga adanya bupati terpilih nantinya,” tuturnya.

Kadistrik mengakui kalau daerahnya memiliki sumber daya alam seperti uranium, minyak bumi serta kekayaaan alam lainnya, namun belum di kelola secara baik, sehingga kedepan tetap menjadi aset Pemda Dogiyai untuk dikelola demi kemajuan pembangunan.

Sukikai Selatan merupakan distrik dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni 3735 orang, dari luas wilayah Kabupaten Dogiyai yang didiami oleh 83.324 orang berdasarkan Sensus Penduduk 2010. (J/O5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *