Masyarakat Diminta Stop Bicara Politik

JUBI—Masyarakat di Distrik Ilwayab diminta untuk mempertahankan hidup. Tidak ada Tuhan atau pejabat siapapun yang akan membawa roti dan memasukan dalam mulut. Ingat  dan camkan itu baik-baik. Jika orang pribumi masih sibuk dengan bicara politik, suatu waktu anda akan menjadi budak di tanahmu sendiri.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT ketika bertatap muka dengan masyarakat di Kampung Wogikel beberapa waktu lalu. “Stop bicara tentang politik. Bupati Merauke telah dilantik dan tidak ada pemimpin baru untuk lima tahun mendatang. Sebaiknya, anda ingat dan urus kerja demi menafkahi keluarga,” pintanya.

Jika masyarakat masih sibuk dengan politik, lanjut Bupati Romanus, pembesar dan kemajuan akan berjalan terus. Mereka akan bekerja guna mendapatkan gaji dan tidak berpikir masyarakat di tingkat bawah. Jika masih menyibukan diri dengan urusan politik,  anda akan mati ditelan kemajuan Indonesia dan dunia.

“Saya bawa rombongan dari Kimaam dan menyeberang gelombang besar hingga tidur di bevak-bevak  di simpang tiga Kontuar. Itu dilakukan agar para pejabat mengetahui bahwa kondisi masyarakat adalah seperti demikian dari hari ke hari. Mereka mendayung perahu dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari ikan demi keluarganya,” tandas Bupati Romanus. (J/14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *