Pemerintah Tak Ragu Berikan Hak Bagi Masyarakat Adat

Jubi–Sekretaris Jenderal Kementrian Kehutanan Republik Indonesia Hadi Daryanto mengatakan pemerintah tak ragu-ragu memberikan hak pengelolahan hutan bagi masyarakat sepanjang masih eksis seperti masyarakat Baduy yang tetap mempertahankan aturan adat mereka sampai sekarang.

“Oleh karena itu pemerintah akan mengakomodasi dengan cara yang penuh dengan kehati-hatian,”tutur Hadi Daryanto dalam jumpa pers saat Konfrensi Hutan di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa(27/9).

Dikatakan hal ini sangat penting karena konflik tanah seringkali terjadi karena jual beli tanah adat yang tentunya harus melalui mekanisme yang benar.
Namun dia menambahkan pengakuan dan pemberian hak pengelolaan bisa saja diberikan sepanjang masyarakat adat masih survive mempertahankan aturan adat dan juga kearifan lokal.”Biasanya ketika tokoh adat yang berpengaruh telah tiada dan konflik kepentingan mulai terjadi,”papar Hadi Daryanto.

Secara terpisah Abdon Nababan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara mengatakan selama ini aturan dan kebijakan dari UU Kehutanan justru tidak mengakomodir secara konstitusi masyarakat adat.”Sebaliknya justru pemerintah di daerah yang lebih memberikan ruang konstitusi baik di Kalimantan dalam bentuk Perda Masyarakat adat dan juga di Papua dalam bentu UU Otsus Papua,”tegas Abdon Nababan.

Menurut Nababan tantangan ini tidak mudah sebab selama ini pemerintah mengganggap masyarakat adat terlalu primitif dan berbagai stigma negatif lainnya.
Namun Abdon Nababan melihat ada peluang bagi masyarakat adat di dalam rencana REDD+ di mana masyarakat adat bisa memanfaatkannya secara baik. Walau memang Nababan mengakui banyak tantangan tetapi peluang ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan hubungan dengan pihak-pihak luar.

Menurut Nababan saat ini AMAN sedang membuat data tentang masyarakat adat di Indonesia. “Saat ini jumlah anggota AMAN sebanyak 1700 komunitas adat dan komunitas adat  memiliki sebanyak 8 juta hektar hutan alam yang benar-benar masih alami,”tegas Nababan.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *