KPA Papua Akan Buka Stand Pemeran Di Pernas IV

JUBI — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua akan ambil bagian dalam Pameran dalam Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV yang akan diselenggarakan pada tanggal 3–6 Oktober 2011 di Yogyakarta.

Demikian disampaikan Media Relations Officer (MRO) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Dewi Wulandari, terkait rencana kegiatan tersebut yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 3–6 Oktober 2011.

Dikatakan, sesuai jadwal yang dikeluarkan Panitia Pernas IV Yogya, pameran akan dibuka oleh GKR Hemas pada hari Minggu tanggal 2 Oktober 2011 pukul 10 pagi di Halaman Hotel Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Pameran akan berlangsung hingga tanggal 6 Oktober.

Dijelaskan, materi yang akan ditampilkan di stand KPA Provinsi Papua adalah program unggulan dalam pencegahan dan penanggulangan AIDS yang selama dua tahun terakhir dilaksanakan di Papua.

“Program unggulan itu antara lain kampanye publik dan kampanye media yang terintegrasi, program advokasi kepada para pemimpin gereja terkait sirkumsisi sebagai aternatif pencegahan penularan HIV, dan sosialisasi HIV di atas kapal Pelni,” ujar Dewi Wulandari, dalam press release yang diterima Tabloidjubi.com, di Jayapura, Kamis (29/9).

Diakui, selain itu stand pameran KPA Provinsi Papua akan diisi juga dengan program unggulan dari beberapa KPA Kab/Kota dan LSM. Semua program yang akan ditampilkan tersebut dibawah payung tema kampanye  ’Kitorang Pangaruh, Mari Bertanggung-Jawab untuk HIV’.

“Untuk lebih menarik perhatian pengunjung, stand KPA Provinsi Papua akan dilengkapi dengan berbagai media yang selama ini diproduksi untuk mendukung Kampanye HIV di Papua, antara lain berbagai media KIE (leaflet, booklet, poster, komik) dan film,” ungkapnya.

Selain itu, kata Dewi Wulandari, akan ditampilkan produk-produk kerajinan khas Papua seperti koteka dan tifa juga akan ditampilkan. Kopi Wamena juga akan melengkapi stand pameran KPA Provinsi Papua.

Pernas AIDS IV akan digelar di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, 3-6 Oktober 2011. Kegiatan ini akan diawali dengan pertemuan Forum Komunitas pada tanggal 1–2 Oktober 2011 di tempat yang sama, dan diperkirakan akan melibatkan sekitar 1500 peserta melalui registrasi, abstrak, dan beasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia.

Acara pembukaan akan dilaksanakan pada pagi hari Senin tanggal 3 Oktober 2011 bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sedangkan sore harinya akan diselenggarakan Rakernas Khusus Penanggulangan AIDS Daerah bersama Gubernur, Walikota, dan Bupati dari seluruh tanah air di Hotel Hyatt Yogyakarta.

Dijelaskan, bahwa Pertemuan Nasional AIDS merupakan forum diskusi akbar para pemangku kepentingan dari setiap tingkatan dan sektor, untuk melakukan review bersama atas situasi epidemi HIV dan AIDS di Indonesia, upaya penanggulangan yang telah dilakukan dan tantangan kedepan dalam rangka pencapaian Akses Universal dan Tujuan Pembangunan Milemium (MDG,s).

“Kesepakatan untuk memilih DI Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan Pernas AIDS IV 2011 adalah rekomendasi dari Pernas AIDS III yang diselenggarakan di Surabaya 4-8 Februari 2007,” paparnya.

Sementara itu, Media Centre Pernas AIDS IV 2011 Yogyakarta, Syaiful W. Harahap, mengatakan selain dalam kegiatan ini juga program kunjungan lapangan Pernas AIDS IV yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempelajari upaya-upaya penanggulangan HIV dan AIDS di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, yang dilakukan tidak hanya oleh sektor pemerintahan namun juga oleh komunitas dan masyarakat umum.

“Program Kunjungan Lapangan Pernas akan dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 4 dan 5 Oktober 2011 dengan pilihan waktu siang hari dan malam hari. Terdapat 8 pilihan lokasi yang dapat dikunjungi pada waktu makan siang dan pada akhir hari secara parallel,” kata Harahap lewat email kepada Tabloidjubi.com.

Dirinya berharap, ajang ini untuk meninjau situasi HIV dan AIDS di Indonesia khususnya dan global umumnya  serta tinjauan berpijak pada  pembahasan terkait kemajuan dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menanggulangi epidemi HIV

“Melalui Pernas ini akan ada rekomendasi untuk mendorong percepatan penanggulangan epidemi HIV diIndonesia,” tandasnya.  (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *