Data Mahasiswa Harus Diteliti Cermat

JUBI—Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengakui jika bantuan dana studi belajar bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang kuliah di Merauke maupun di daerah lain seperti Jayapura serta tempat-tempat lain, agak terlambat disalurkan. Hal itu bukan suatu unsur kesengajaan dari pemerintah. Tetapi semata-mata butuh keakuratan data mahasiswa.

“Kita tidak bisa dengan serta merta langsung membagikan dana bantuan kepada para mahasiswa dan mahasiswi begitu saja. Harus ada data riil yang dikantongi. Sehingga pada saat pembayaran, tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari. Pemerintah juga harus mendatangi kampus dimana tempat kuliah dari para mahasiswa dan mahasiswi. Sekaligus memastikan apakah mereka masih aktif kuliah atau tidak,” tegas Bupati Merauke saat tatap muka bersama dengan DPRD, Rabu (28/9).
Jika data sudah dinyatakan lengkap, lanjut Bupati Merauke, harus dibuatkan dalam Surat Keputusan (SK). Sehingga menjadi kekuatan dan tidak hanya sekedar membagi-bagi uang begitu saja. Intinya, administrasi dan data akurat harus ada dulu. Dari situ baru tim akan berangkat untuk melakukan transaksi pembayaran kepada para mahasiswa.

Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Domin Uluykianan mengungkapkan, langkah yang dilakukan oleh pemerintah itu sangat tepat. Meskipun bantuan agar terlambat disalurkan, namun perlu keakuratan data tentang mahasiswa dan mahasiswi. Jangan sampai dananya dibagikan, sementara mahasiswa bersangkutan sudah tidak luliah lagi. (JUBI/ANS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *