ANGGARAN PEMBANGUNAN SEKTOR TRANSPORTASI SANGAT TERBATAS

JUBI — Permasalahan ekonomi yang dialami negara kita dewasa ini menyebabkan anggaran yang tersedia untuk pembangunan sektor transportasi sangat terbatas baik yang bersumber dari APBN/APBD maupun yang bersumber dari BUMN dan swasta. Hal ini disampaikan Denny Siahaan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan dari Kementerian Perhubungan pada hari ini, Sabtu (1/10) di Hotel Le Premiere, Entrop-Jayapura dalam sambutan yang dibacakan oleh Bambang Sismanto.

“Akibatnya, pelayanan sektor transportasi mengalami penurunan,” ungkap Bambang Sismanto dalam Pelatihan Instruktur Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Tahun 2011.

Sektor transportasi merupakan salah satu mata rantai jaringan distribusi barang dan penumpang, berkembang sangat dinamis serta berperan untuk mendorong dan menunjang segala aspek kehidupan masyarakat baik dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial-budaya maupun pertahanan keamanan.

“Pengembangan sektor transportasi memerlukan perencanaan yang baik dengan dukungan data yang lengkap dan akurat agar penyelenggaraannya dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien,” kata Sismanto lagi. Guna mendukung tersedianya data yang lengkap dan akurat dalam proses perencanaan dan pengembangan sektor transportasi, Departemen Perhubungan melakukan Survei ATTN setiap lima tahun sekali,

Adapun tujuan dari Survei Asal Tujuan Transportasi adalah: Pertama, mendapatkan data mengenai pola pergerakan sarana angkutan, penumpang dan barang serta karakteristiknya. Kedua, menyusun data base pola pergerakan sarana angkutan, orang dan barang.

Stevenson Ronald Kayoi, salah satu peserta pelatihan ini menyambut baik Survei ATTN. Bagi Kayoi, ini merupakan hal baru yang menarik baginya.

“Pelatihan ini sangat baik karena kita yang awam jadi lebih memahami sistem transportasi yang ada di Papua. apalagi secara geografis, Papua memerlukan alat transportasi baik di darat, udara maupun laut,” tutur mantan Ketua FORMAPA UKDW ini.

Masih menurut Kayoi, kebutuhan alat transportasi di Papua sangat penting mengingat belum ada jalan darat yang menghubungkan antar kabupaten sehingga transportasi antar kabupaten sangat mahal. (JUBI/Aprila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *