Organisasi Buruh Desak Pernas AIDS Hasilkan Langkah Konkret

JUBI —  Sejumlah organisasi Buruh Migran mendesak agar Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV 2011 menghasilkan langkah konkret melindungi Buruh Migran dari HIV AIDS.

“Momentum Pernas AIDS IV 2011 harus dimanfaatkan untuk betul-betul mencari solusi konkrit terkait kerentanan buruh migrant terhadap HIV dan AIDS,” ujar Kepala Divisi Program Migrasi, Trafficking dan HIV/AIDS Solidaritas Perempuan, Thaufiek Zulbahary, kepada Tabloidjubi.com, Sabtu (1/10).

Beberapa organisasi buruh yang turut mendesak hal tersebut, antara Solidaritas Perempuan, Peduli Buruh Migran, Institute for Migrant Workers, Yayasan Kembang, Solidaritas Perempuan Kinasih

Diakui, walaupun belum ada data resmi, HIPTEK (Himpunan Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja) mencatat bahwa tahun 2005 saja, terdapat 131 (0.09%) calon BMI teridentifikasi positif HIV dari 145.298 calon BMI yang akan berangkat ke Timur Tengah (Januari-October 2005).

“Angka ini meningkat dari 0.087% dari data tahun 2004 yang memperlihatkan 203 calon BMI terinfeksi HIV dari 233.626 orang calon BMI yang akan berangkat ke Timur Tengah,” papar Thaufiek Zulbahary,  yang dibenarkan salah satu perwakilan Solidaritas Peduli Perempuan, Lily Pujiati.

Pihaknya mendorong agar dalam pertemuan Pernas AIDS IV bisa merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera menyusun Rencana Aksi Nasional dan menyediakan anggaran yang memadai untuk mencegah dan menaggulangi HIV/AIDS di kalangan buruh migrant baik yang berdokumen maupun yang tidak berdokumen.

“Pernas AIDS IV  harus bisa menekankan pada perspektif hak asasi manusia, gender, dan menghapuskan praktek mandatory HIV testing terhadap buruh migrant,” ujar

Sementara itu, salah satu buruh asal Papua, Matius Nerotouw, menegaskan bhawa bahwa Pernas AIDS IV merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Hak-hak semua Pekerja Migran dan Keluarganya, sebagai satu upaya mengurangi kerentanan buruh migrant dari penularan HIV/AIDS.

“Termasuk peserta dari Papua harus bisa mengupayakan perlindungan bagi buruh kerja yang ada di Papua, sehingga terhindar dari bahaya HIV/AIDS yang semakin hari terus meningkat,” kata Matius, buruh swasta asal Jayapura ini.

Pembukaan Pernas AIDS IV akan dilakukan oleh Dr. HR Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2011 dan  Penutupan Pernas AIDS IV akan dilakukan oleh Dr. Nafsiah Mboi, Sekretaris KPA Nasional pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2011. (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *