FPRB Ikut Mengurangi Resiko Bencana Di Papua

JUBI — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Papua, Drs. Didik A. Prihatno, mengatakan keberadaan Forum Penanggulangan Resiko Bencana adalah untuk meminimalisir sebelum adanya bencana yang terjadi.

“Sebab, selama ini penguasa selama ini berpikir bencana terjadi pada saat terjadi, justru yang seharusnya dikuatkan adalah bagaimana sebelum  terjadi bencana, dimana masyarakat  dan penguasa harus mengerti,” ujar Prihatno, di Jayapura, Seniin (31/10).

Dikatakan, semua kepentingan harus siap, disaat sebelum terjadi bencana, sehingga terjadi bencana syukur-syukur kalau bisa menghindar, dalam artian mampu meminimalisir. “Forum Pengurangan Risiko Bencana Papua melaksanakan misi yang diilhami oleh nilai-nilai kemanusiaan guna mewujudkan komunitas Papua yang tangguh terhadap bencana,” katanya.

Berdasarkan keyakinan tersebut katanya, , Forum Pengurangan Risiko Bencana Papua memberikan kontribusi dalam pengurangan risiko bencana melalui advokasi, pengawasan, fasilitasi dan konsultasi yang memungkinkan terjadinya pengarusutamaan pengurangan risiko bencana bagi semua pemangku kepentingan menuju komunitas yang tanggap dan tahan bencana.

“Forum ini bersinergi dengan Kipra, yakni bagaimana berusaha membangun pola pikir masyarakat terhadap bencana, selama ini penguasa selama ini berpikir bencana terjadi pada saat terjadi, justru yang seharusnya dikuatkan adalah bagaimana sebelum  terjadi bencana sudah bisa dicegah,” tandasnya.

Sebelumnya, deklarasi FPRB yang ditanda tangani, Drs. Didik A. Prihatno, selaku    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Papua, Pdt. Hofni Simbiak, STh(Wakil Katua II Majelis Rakyat Papua),  Drs. Max Mirino, SH (Ketua Komisi E DPR Papua),  Kol. Teguh Budiarto    (Kodam XVII Cenderawasih),  Hendri Yang    (UN Agency),  Markus Kajoi, S.Sos (Masyarakat Sipil/KIPRa), di Hotel Relat Jayapura, Jumat (28/10) lalu.

“Dalam hal ini, Peserta Kongres Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Papua  yang merupakan wujud partisipasi dari berbagai komponen Masyarakat baik secara Lembaga maupun Individu di Papua yang terpanggil untuk upaya-upaya  Pengurangan Risiko Bencana dalam rangka, membangun ketahanan Bangsa dan komunitas terhadap ancaman Bencana,” tutur salah satu peserta, Hutri Yewi. (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *