Persipura Mania: PSSI Harus Profesional

JUBI — Kritikan terhadap kebijakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menentukan jumlah peserta kompetisi dimusim depan terus berdatangan. Tidak hanya dari klub, namun juga dari kelompok supporter. Salah satunya adalah supporter ‘Mutiara Hitam’ Persipura, Persipura Mania.

Koordinator Persipura Mania, Wilson mengatakan, pengurus PSSI harus benar-benar professional dalam mengelolah kompetisi musim depan agar tidak merugikan tim peserta. “Termasuk dalam menentukan jumlah peserta kompetisi. Bertambahnya jumlah peserta dari 18 menjadi 24 sangat tidak masuk akal dan merugikan tim lain,” kata Wilson, Senin 31 Oktober.

Bagi pendukung Persipura, bertambahnya jumlah peserta kompetisi jelas akan berdampak pada klub peserta. Selain biaya operasional klub akan membengkak, tentu saja padatnya jadwal pertandingan membuat pemain rentan mengalami cedera.

“Dengan 18 klub peserta saja kompetisi satu tahun lebih baru bisa rampung. Apalagi kalau 24 klub, bisa-bisa sampai dua tahun. Jadi jangan karena ada kepentingan tertentu sehingga PSSI menerapkan kebijakan yang merugikan tim lain,” ujarnya.

Bagi Persipura Mania, tim-tim seperti Persidafon, Persiraja, Persiba Bantul, dan Mitra Kukar yang tentu dirugikan karena mereka telah berjuang bertahun-tahun untuk masuk ke kompetisi tertinggi, namun ada tim yang tanpa berjuang diloloskan begitu saja.

“Dijaman Nurdin Halid pengelolaan kompetisi sudah baik. Namun hanya saja oknum pengurus yang tidak benar. Kali ini Johar Arifin yang diharapkan bisa memperbaiki sepak bola Indonesia justru lebih kacau lagi,” tandas Wilson.
Sebelumnya Persiwa juga pernah melontarkan kritik yang sama. Sekertaris Umum Persiwa, Agus Santoso mengatakan agar PSSI merubah keputusannya dalam menentukan jumlah peserta kompetisi, pembagian saham dan beberapa hal lainnya jika ingin kompetisi dan sepak bola Indonesia berjalan dengan baik.

“Ya jika PSSI ingin sepak bola Indonesia berjalan dengan baik kedepannya, maka mereka harus mengubah keputusannya. Marilah kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan saat kongres Bali lalu,” kata Agus Santo beberapa waktu lalu.

Persiwa sendiri sudah berkomitmen untuk mengikuti kompetisi yang akan diselenggarakan PT Liga Indonesia yang rencananya digulirkan pada Desember mendatang dan akan diikuti 14 klub.  “Jadi hanya ada 18 klub bukan 24. Sekarang PSSI menunjuk PT Liga Primer sebagai pelaksana kompetisi, dan sahamnya 70 persen milik Ketua Umum dan sisanya milik Wakil Ketua Umum. Jadi jelas itu sudah melanggar hasil kongres di Bali lalu,” ucap Agus Santoso. (JUBI/ARJUNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *