BPS Papua : Produksi Freeport Turun Drastis

JUBI — Akibat adanya aksi demo ribuan karyawan PT Freeport Indonesia sejak September lalu, rupanya ikut mempengaruhi produksi perusahaan tambang terbesar di dunia ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua  Djarot Soetanto mengatakan, bahwa  eksport  Propinsi  Papua  pada bulan Agustus US$ 337,94 juta atau turun sebesar 15,57 %. “Penurunan ini nilai eksport Papua ini lebih disebabkan pada  kemelut yang saat ini terjadi di tubuh PT Freeport,” kata Djarot, dalam jumpa pers di Jayapura, Selasa (1/11).

Jika dibandingkan pada bulan Juli  2011 lalu  nilai eksport Papua dalam prosentase sebesar 30,56 %. Tetapi menurutnya penurunan eksport biji tembaga dan kosentrat pada bulan Agustus ini, bukan bulan terkecil di produksi. Setidaknya pada awal bulan Januari tahun ini, produksi Freeport juga relatif kecil. Setidaknya di bulan Januari US$ 269 juta, April US$ 200 juta, Mei US$ 233 juta.

BPS Papua mencatat nilai eksport Papua terbesar ada pada eksport biji tembaga dan konsentrat (HS26) yang dihasilkan oleh PT Freeport. Namun akibat kemelut di perusahaan milik PT Mc Moran ini nilai eksport Papua juga mengalami  perubahan. “Adanya demo – demo karyawan saat ini memberikan tekanan pada produksi Freeportdi bulan September – Oktober yang merupakan puncak mogok kerja. Prediksi kami bisa lebih kecil lagi dibandingkan pada bulan Maret – April,” paparnya.

Jika sebelumnya penurunan nilai eksport Freeport adalah karena pengaruh harga pasar dunia. Tetapi sekarang ini lebih disebabkan pada masalah internal perusahaan. (JUBI/Everth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *