Kapolda Ajak Media Beritakan Kondisi Papua Secara Rasional

JUBI — Kapolda Papua Irjen Pol BL Tobing mengajak Soal kondisi Papua, yang marak diberitakan media nasional menurutnya hendaknya media bisa bersikap rasional.

“Kalian ini sebenarnya sudah  tau tapi bikin tidak tau. Jangan ada dusta diantara kita saya ngomong begini. Buatlah pemberitaan yang sejukkan,” ujar Irjen Pol BL Tobing, kepada pers, Irjen Pol BL Tobing, usai melantik sembilan kapolres yang menduduki jabatan terbarunya, di Jayapura, Selasa (1/11).  

Sementara itu, terkait masalah mogok karyawan Freeport, pihaknya masih akan berunding dengan ribuan karyawan PT Freeport yang sampai saat ini masih terus  melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan kesejahteraan.  Sebelumnya dalam surat himbauan kapolres Mimika memberikan waktu selama 2 X 24 jam kepada karyawan untuk menghentikan aksi mogoknya karena dinilai sudah melenceng dari surat ijin yang diberikan melalui SPSI.

Aksi mogok ini menurut aparat kepolisian sudah berubah menjadi tindakan anarkhis dan mengganggu ketertiban umum. “Sekarang saya mau tanya kepada kalian, tindakan mereka (karyawan-red) itu bisa nggak melakukan aksi mogok dengan cara begitu. Kalau di UU mogok kerja, tidak boleh tidur – tidur di Ruko atau memalang apa dibenarkan, ” tanyanya kepada wartawan.

Kapolda Papua mengakui bahwa aparatnya sudah memberikan penjelasan  dan nantinya secara sadar kepada para karyawan ini untuk tidak mogok lagi. “Jangan melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Kita nggak campuri internal mereka. Tapi  saya juga mau bilang tolong pemberitaan itu berimbang nanti saya ngomong begini besok ditulis lain lagi,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait dana pengamanan, kapolda tidak mau berkomentar banyak, karena sudah menjadi urusan pimpinan.  “Kamu lagi itu sudah urusan politik. Kalau mau periksa yah datang saja. Jangan kamu mancing – mancing datang saja emangnya siapa yang larang,” tandasnya. (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *