Populasi Ikan Lohan Terus Bertambah di Danau Sentani

Jubi—Memang tak ada penelitian yang menunjukan kalau ikan Loan semakin menguasai Danau Sentani tetapi setiap kali warga membuang jaring selalu saja ada ikan asal Amerika Selatan itu.

Padahal kalau mau dibandingkan dengan ikan gabus Toraja justru ikan Lohan lebih banyak  jumlah populasinya.
“Saya akui belum ada penelitian pasti tentang populasi ikan Lohan asal Amerika Selatan ini tetapi masyarakat kalau membuang jarring di Danau Sentani pasti dapat ikan Lohan. Ikan ini bukan memakan telur ikan gabus asli Danau Sentani,” tutur Henderite Ohee mahasiswa Program Doktor Universitas Gotingen Jerman kepada Tabloidjubi.com di Jayapura Selasa(1/11).

Dia menambahkan ikan Lohan juga mematikan induk Ikan Gabus asli Danau Sentani soal kalau induk gabus ini memangsa ikan lohan terpaksa induknya mati karena ikan lohan ini banyak durinya sehingga bisa mematikan ikan-ikan lain termasuk ikan gabus asli Danau Sentani. Henderite atau biasa akrab dipanggil Heni saat ini sedang meneliti Ikan Hew atau Rainbouw Fish Danau Sentani untuk melengkapi disertasi program Doktor Bidang Biologi Lingkungan di Universitas Gotingen Jerman.

Heni juga mengakui kalau Rainbouw Fish Danau Sentani juga memiliki populasi yang terus bertambah.”Kelihatannya Ikan Lohan dan Ikan Pelangi Danau Sentani ini yang saling bersaing karena jumlahnya cukup banyak,”tutur Heni Ohee seraya menambahkan tak tahu sejak kapan Ikan Lohan dimasukan ke Danau Sentani. Namun dia mengakui sesuai dengan sejarah masuknya ikan dari luar ke Danau Sentani pertamakali dilakukan Pemerintah Belanda sekitar 1958 memasukan jenis Ikan Gurame, Mujair dan Tawes. Pemerintah Indonesia sendiri  memasukan sebanyak 15 jenis ikan yang dianggap punya nilai ekonomis.
Sementara itu Koordinator Conservasi Indonesia Internasional(CII) Robert Mandosir mengatakan Ikan Lohan ini hampir sama dengan Ikan Mas tetapi ikan lohan lebih kecil ukurannya.”Saya kira kalau ikan Lohan banyak berkembang biak di Danau Sentani karena sangat cocok dan banyak terdapat makanan,” tutur Mandosir. Jika Ikan Lohan ini populasinya semakin meninggkat pemerintah perlu melakukan perlombaan memancing ikan khusus Lohan atau juga bisa dijadikan sebagai souvenir bagi para turis.
”Ikan ini bisa dijadikan cinderamata kalau berkunjung ke Danau Sentani atau bisa juga dibikin ikan asin,” tutur Mandosir seraya menambahkan ini merupakan cara mengurangi perkembang biakan ikan tersebut..

Menurut Mandosir Ikan Lohan (Flowerhorn) lebih sering dipelihara sebagai ikan hias tetapi ada juga yang mempercayainya ikan pembawa hoki. Namun demikian ikan ini juga banyak yang dikonsumsi termasuk
warga di Dabau Sentani.

Salah seorang penjual ikan Lohan di Pasar Kaget Waena mengatakan ikan Lohan ini satu tali besar mencapai Rp 50.000.- sedangkan ukuran kecil hanya Rp 20.000,- “Memang Ikan Gabus Danau Sentani (Khahabei) lebih mahal tapi sekarang sulit dicari,”tutur mama Ermer asal Kampung Yoka ini. (JUBI/Dominggus A Mampioper)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *