Ultimatum Pembubaran Paksa Ditukar Avtur

Jubi – Ultimatum pembubaran paksa Polres Mimika terhadap aksi pemalangan di checkpoint 28 di pintu masuk area PTFI di depan bandara Moses Kilangin, Selasa (1/11) ditukar avtur oleh demonstran pemalangan.

Demikian surat tanggapan atas himbuan Kapolres Mimika sebelumnya yang dikeluarkan Ketua PUK SP – KEP – SPSI PTFI, Sudiro nomor 089/EXT./PUK/SP-KEP-SPSI/PTFI/X/2011 tertanggal 31 Oktober 2011, yang diterima Tabloidjubi.com dari Kasat Intel Polres Mimika, AKP Nursalam Saka di bundara Checkpoint 28.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan terhadap adanya surat ini karena memang tidak ada delegasi dari pimpinan,” ujar Nursalam saat dimintai tanggapannya terhadap adanya surat SPSI tersebut.

Kepada Kapolres Mimika, SPSI dalam suratnya menenanggapi surat himbau Kapolres bernomor B/174/V/2011/Res Mimika tertanggal 30 Oktober 2011, diharapkan bersedia memberi ruang dan waktu hingga tanggal 09 November 2011 bagi SPSI melakukan penyelesaian masalah hubungan industrial yang sementara dialaminya dengan pihak manajemen PTFI.

Selama proses itu, PSSI juga meminta Polres menahan diri dalam bentuk apapun termasuk melakukan tindakan pembubaran dan pembongkarans ecara paksa demi terciptanya kondisi dan situasi aman terkendali.

Nursallam, yang disinggung juga soal kapan tindakan pembongkaran itu akan dilakukan jika hari ini, tidak ada surat tanggapan pihak SPSI juga tidak bersedia komentar. Sedangkan Kapolres Mimika, AKBP Denny Siregar, SIK saat dihubungi via seluler sementara sedang istirahat, kata ajudannya yang memegang dan menerima telepon dari Tabloidjubi.com.

Sedangkan dari kalangan karyawan diketahui adanya harapan bahwa, Kapolres akan mencabut surat himbauannya. (J/08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *