Honor Belum Terbayar, PABBSI Papua Demo KONI

JUBI — 31 atlit Angkat Besi, Berat dan Binaraga yang bernaung dibawah Pengprov PABBSI Papua, Rabu, (30/11) melakukan aksi di KONI Papua, gara-gara honor selama dua bulan belum terbayar. Mestinya mereka harus menerima honor sebesar dua juta rupiah itu, tapi masih terkatung-katung di KONI Provinsi Papua.

Sayang, demo yang dilakukan itu   ternyata tidak ada satupun pengurus KONI di tempat dan menerima mereka di Kantor KONI Papua. Begitupula pendapat Sekretaris KONI Papua, Drs. Inyoman Sudha mengaku tak tahu kalau ada demo.

Alfred Baransano atlit angkat berat Papua kepada tabloidjubi.com mengatakan mereka datang untuk menanyakan sampai sejauhmana tanggjungjawab KONI Papua untuk membayar  honor mereka. “Kita turun untuk tanyakan sampai sejauhmana tanggungjawab KONI tentang honor kami, “ ujar Baransano sembari mengatakan hal ini agar bisa diatur secara kekeluargaan.

Hal yang sama juga ditegaskan Sentius Logo atlit binaraga. Menurut dia kedatangan mereka ke KONI bukan sebuah ancaman. Sekretaris Pengprov PABBSI Papua, Roby Defretes di Sekretariat PABBSI, GOR Cenderawasih APO Jayapura mengatakan, tuntutan mereka sebenarnya wajar saja, apalagi uang tersebut akan digunakan untuk persiapan menghadapi hari raya natal dan tahun baru.  Dari seluruh 31 atlit yang wajib dibayar KONI Papua, maka KONI harus menyediakan dana  sebesar Rp 160 Juta

Ketua Pengprov PABBSI Papua, Bahlil, menurut pengakuan beberapa atlit tidak pernah memposisikan kepentingan mereka di KONI Papua. Bahkan ada sebagian atlit yang tidak pernah mengetahui wajah dari Ketua mereka. “Untung ada Ketua Harian, Noak Baransano yang bisa memposisikan kami,” tandas Sentius Logo.

Atlit PABBSI Papua sendiri sudah mengikuti ajang Pra PON bulan Oktober 2011 di Bandung untuk cabang angkat besi dan berat dan Surabaya untuk cabang binaraga. Dari hasil Pra PON itu, Papua berhasil loloskan dua atlit, masing-masing atas nama atlit Binaraga Edo Apcoyo medali emas dan Angkat Berat atas nama Zakheus Wakum. Edo Apcoyo baru saja mengikuti kejuaraan dunia binaraga di Malaysia bulan November berhasil keluar menduduki urutan keempat kelas 60 kg. (JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *