Perundingan Masih Kembali Kandas

JubiEntah karena apa yang menjadi masalahnya hingga hari ini, Rabu (30/11) proses perundingan perjanjian kerja bersama (PKB) PTFI ke –XVII tahun 2012-2014 juga masih kembali kandas alias belum terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

Hasil hari ini belum ada hasil atau kesepakatan apa-apa!,” aku Juru bicara PUK FSP KEP SPSI PT Freeport Indonesia, July Parorongan saat dikonfirmasi kembali via selulernya dari halaman Rimba Papua hotel, Timika.

Menyusul proses perundingan yang hanya berlangsung setengah hari, sehingga saat hendak ditemui, diketahui sudah tidak berada di Rimba Papua hotel. Dalam konfirmasinya, Parorongan menambahkan, hari ini yang dibahas masih seputar masalah upah saja tetapi memang harapan semula yang diharapkan bisa menghasilkan titik temu ternyata masih belum bisa juga terjadi.

Tidak menjelaskan secara detail penyebab belum diperolehnya titik temu kesepakatan dari perundingan hari ini, Rabu (30/11). Namun Parorongan juga menyampaikan bahwa, pada besok, Kamis (1/12) perayaan dan peringatan Natal Oikumene pekerja PT Freeport Indonesia yang biasanya digelar bersama, harus dilaksanakan di lokasi aksi mogoknya di checkpoint 28.

“Kami sudah selesai karena mau update ke lapangan untuk penyampaian pesan organisasi kepada pekerja di check point 28, mengingat hari-hari belakangan ini yang cukup menegangkan. Tetapi besok tetap perundingan tetap akan dilanjutkan mulai pukul 09.00,” aku Parorongan.

Sementara ketua bidang organisasi PUK FSP KEP SPSI PTFI, Virgo Solossa dalam penjelasannya kepada para pekerja di checkpoint 28 kembali menekankan agar para pekerja jangan kuatir dan tetap tenang serta optimis bahwa apapun alasannya, apa yang sementara diperjuangkan saat ini akan tetap tercapai.

Termasuk ketua PUK FESP KEP SPSI PTFI, Sudiro juga menekankan bahwa proses perundingan masih dijalankan dan dirinya tidak mau memebrikan janji karena percuma jika tidak terbukti.

“Saya hanya minta satu saja, saudara-saudari bisa tetap tenang dan damai sehingga pada saat kami bernegosiasi kami tidak terpengaruh pada informasi eksternal dan menganggu konsentrasi kami di dalam perundingan. Jadi memang perlu kita sepakati bahwa kami sementara bernegosiasi dan rekan-rekan pekerja di luar juga ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Sudiro. (J/08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *