Polres Nabire Sita Logistik Pemilukada Dogiyai

JUBI — Pengadaan logistik Pemilukada Kabupaten Dogiyai sebanyak 35 koli yang diangkut minggu lalu dengan KM Labobar dari Makassar, dilakukan sepihak dan tidak melalui prosedur tender proyek. Pembuatan surat suara dan lain-lain itu dinilai ilegal karena dicetak ketika empat Anggota KPU sudah di-PAW oleh KPU Provinsi Papua sejak tertanggal 10 November 2011.

Demikian dikemukakan Demianus Degei, salah satu calon kandidat Bupati Dogiyai dari jalur perseorangan, kepada tabloidjubi.com, Rabu (30/11) siang. “Logistik Pemilukada Dogiyai yang sekarang ini ada Polres Nabire itu dibakar saja, karena surat suaranya dicetak hanya untuk tiga pasangan kandidat yang ditetapkan KPU Jilid II, sementara KPU itu sendiri sudah diberhentikan dan mereka tidak berhak untuk menyelenggarakan pesta demokrasi di Kabupaten Dogiyai,” tuturnya.

Demianus Degei juga menyoroti proses tender terhadap pembuatan logistik tidak sesuai jalur karena bertentangan dengan aturan dalam pengadaan barang dan jasa. “Surat surat dan lain-lain itu satu proyek yang dilakukan tidak melalui prosedur, tetapi hanya atas kemauan KPU dan segelintir pejabat daerah,” tudingnya.

Kapolres Nabire, AKBP Mohammad Rois, S.Ik, mengaku telah mengamankan logistik Pemilukada Dogiyai setelah ada permohonan dari Silvester Dumupa, S.Pt, salah satu anggota KPU yang tidak di-PAW. Logistik yang terdiri dari surat suara, kotak suara, formulir dan lampiran tersebut diamankan untuk sementara waktu karena tahapan Pemilukada Dogiyai tidak dapat dilanjutkan setelah empat anggota KPU di-PAW-kan oleh KPU Provinsi Papua.

“Bukan kita sita, tetapi logistik Pemilukada Dogiyai itu dititipkan di sini demi pengamanan. Ya diamankan agar jangan sampai surat suara dan lain-lain itu beredar, karena sekarang tahapan Pemilukadanya sudah terhenti,” ujar Kapolres Nabire.

Logistik Pemilukada Dogiyai sebanyak 35 koli, setelah tiba di Nabire, Jumat (25/11) lalu, dibongkar petugas karena termuat dalam kontainer dengan barang lainnya, selanjutnya diangkut dan disimpan di Mapolres Nabire. Anggota KPU Dogiyai, Silvester Dumupa telah menandatangani tanda terima penggandaan logistik dari PT. Benteng Aznal Makassar.

Demianus Degei menegaskan, surat suara yang dicetak hanya untuk tiga pasangan calon kandidat sudah merugikan keuangan daerah. Sebab, KPU Provinsi Papua menetapkan bahwa peserta Pemilukada Dogiyai adalah tujuh pasangan calon kandidat. “Logistik yang ada di Polres Nabire itu ilegal, jadi lebih baik dimusnahkan saja. Seharusnya pengadaan logistik itu tidak dilakukan, karena masalah belum selesai. Kalau sudah di-PAW-kan, mereka harusnya batalkan pencetakan surat suara dan lain-lain itu. Sekarang kami tunggu pelantikan anggota KPU baru, nanti mereka yang akan lanjutkan tahapan Pemilukada, termasuk pengadaan logistik,” tuturnya. (Jubi/Markus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *