HIV/AIDS di Papua Terus Meningkat

JUBI — Data kasus HIV&AIDS terakhir yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua per September 2011 sebanyak 10.522 kasus. hal ini tentu mengalami kenaikan dari data per Maret 2011 adalah 7.319 kasus, berarti dalam 6 bulan terakhir ada penambahan 3.203 laporan infeksi baru.

Dari jumlah tersebut baru sekitar 75,7 % yang bisa mengakses layanan kesehatan dan sekitar 37,5% yang mendapat pengobatan ARV (Antiretro Viral).  Sedangkan, Survei Terpadu HIV dan Perilaku (STHP) yang dilakukan Depkes & BPS pada September 2006, melaporkankan bahwa prevalensi HIV pada penduduk usia 15-49 tahun di Papua mencapai 2,4%.

Kab Mimika dan Kota Jayapura memiliki kasus tertinggi yakni lebih dari 2.000 kasus. Kab Nabire menempati urutan ketiga : 1.938 kasus, disusul Kab Jayawijaya 1.421 kasus, dan Kab Merauke 1.211 kasus. HIV&AIDS sudah menyebar di seluruh kab/kota di Papua, hingga ke kampung-kampung.

Bila data per Maret 2011 adalah 7.319 kasus, berarti dalam 6 bulan terakhir ada penambahan 3.203 laporan infeksi baru.  “Dari hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua tahun 2009, estimasi angka infeksi HIV di Papua adalah 24.335 orang.  Dari angka tersebut berati masih ada sekitar 14.000 orang belum mengetahui status HIV-nya. Ini yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ buat semua stakeholder yang bekerja di bidang HIV&AIDS,” demikian kata Media Relations Officer (MRO) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Dewi Wulandari, melalui release yang diterima Tabloidjubi.com, di Jayapura, Rabu (30/11).

Sementara itu, Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Yosef Rinta Rachyatmaka mengatakan sampai saat ini jumlah penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan. Dimana sampai saat ini, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua berjumlah 10.522 kasus.

“Ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan cukup tajam, seperti Kota Jayapura, Wamena, Nabire dan Timika masih tetap berada pada urutan teratas,” kata Yosef, di Jayapura, belum lama ini.

Dirinya menjelaskan, sesuai dengan data yang ada Dinas Kesehatan Provinsi Papua, baru memberikan terapi terhadap penderita HIV/AIDS sekitar 20 persen. Namun diharapkan dengan semakin giatnya berbagai kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dalam penanganan HIV/AIDS, diharapkan data memberikan dampak terhadap penanganan penderita HIV/AIDS.

“Pendekatan yang kami lakukan terhadap penderita HIV/AIDS di Papua adalah dengan melakukan pendekatan pelatihan,” katanya.

Namun kata Yosef, untuk melakukan terapi berada pada pasien, jadi tidak ada yang namanya diskriminasi bagi siapapun yang menderita HIV/AIDS.
“Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah menyiapkan logistik, baik obat-obatan maupun pelayanan yang diberikan untuk mendukung pelayanan di Provinsi Papua,” ucapnya. (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *