West Papua: Persoalan Internasional

JUBI — Tokoh Gereja Baptis Papua, Pendeta Socratez Sofyan Yoman meluncurkan buku barunya berjudul, ‘West Papua: Persoalan Internasional’di Abepura, Papua, Rabu (30/11).Buku ini merupakan buku kesebelas hasil tulisannya yang pernah dimuat media lokal.

Kepada wartawan, ia mengatakan, buku ini merupakan salah satu bentuk pendidikan politik, dan perwakilan suara warga gereja yang ada di Papua.

“Buku ini merupakan rekaman dan isi hati orang Papua. jadi, ditulis sesuai misi, dan panggilan gereja,” kata Socratez.

Buku dengan 98 halaman ini mengulas berbagai persoalan di Papua, di antaranya, status politik dan sejarah integrasi Papua yang dinilai rekayasa dan sarat kepentingan militer.

Selain itu, seperti ditulis dalam sinopsis buku dengan sampul pulau Papua yang ditancap bendera PBB, Amerika Serikat, Belanda, Indonesia, dan Bintang Kejora ini, mengulas persoalan yang berdimensi internasional, bukan persoalan internal Indonesia.

Karena, kata dia, PBB, Amerika, dan Belanda terlibat dalam integrasi Papua puluhan tahun silam itu.

Selanjutnya, buku terbitan Cendrawasih Press ini membahas persoalan Papua ke ranah hukum internasional, dan kejahatan kemanusiaan, serta pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh Negara.

Menurut Ketua Gereja Baptis Papua ini, salah satu langkah konkret untuk membahas masalah Papua adalah melalui dialog yang bermartabat, tetapi, bukan soal NKRI harga mati, atau Papua Merdeka harga mati.

Dialog, menurut dia, dialog yang dimaksud merupakan kerangka dialog yang kreatif, yang dimediasi pihak ketiga sebagaimana rekomendasi Konferensi Perdamaian Papua (KPP) 5-7 Juli lalu di auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen).

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia perwakilan Papua, Matius Murib mengatakan, buku tulisan Pendeta Socratez merupakan bentuk pendidikan politik bagi generasi muda Papua.

“Buku ini alat pendidikan, entah ditanggapi apa. Tapi, ini bagian dari pendidikan,” kata Matius yang hadir saat bersamaan.

Lain halnya dengan salah satu tokoh Papua, Nick Messet. Menurut Nick, buku Socratez ini ada benarnya, tetapi masalah Papua bukan masalah internasional.

“Masalah internasional tidak ada,”katanya seraya menambahkan terkecuali sebelum tahun 1969 tetapi saat ini masalah Papua sudah selesai dan tidak termasuk dalam dekolonisasi PBB.

Ketua Gereja Kemah Injil di Tanah Papua, Pendeta Benny Giay mengatakan, tulisan dalam buku ’ West Papua: Persoalan Internasional’ adalah rekaman suara umat.Menurut Benny Giay mestinya tulisan soal sejarah dan perjalanan suatu bangsa merupakan tanggungjawab sejarahwan dan perguruan tinggi tetapi mengapa sampai pendeta yang berani tampil menjawab persoalan umat. (JUBI/Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *