Empat Warga Jadi Saksi Pengibaran Bintang Kejora

Jubi- Sedikitnya empat warga Mimika, Kamis (01/12) dijadikan saksi oleh Kepolisian Resort (Polres) Mimika terkait peristiwa pengibaran bendera Bintang Kejora di lapangan Timika Indah.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Papua, Brigjend Paulus Waterpauw mengakui hal itu saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Mimika Baru, Timika.

“Bagi kami apa yang telah dilakukan kelompok warga di lapangan Timika Indah hari ini adalah pelanggaran hukum, dan pelanggaran hukum tentu saja ada hukumnya. Hukum itu harus ditegakan. Kami sekarang ada memeriksa empat orang saksi dan sudah kita periksa dankami akan memanggil mereka-merek ayang bertanggungjawab untuk itu,” kata brigjend Waterpauw.

Menanggapi pertanyaan wartawan apakah Kepolisian juga akan menyikapii permintaan warga tadi siang usai kejadian, agar keempat warga itu segera dilepaskan? Termasuk apakah ada indikasi mereka akan ditingkatkan menjadi tersangka? Waterpauw menekankan bahwa, sementara ini empat warga ini memang menjadi saksi dan akan dilihat hasil penyelidikannya.

“Kita akan lihat,”tutur mantan Kapolres Mimika.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Polres Mimika, Waterpauw juga mengakui prosesnya masih dilakukan dan mereka ini sudah diketahui tidak ikut menaikan bendera. “Jadi nanti akan kita proses lebih lanjutlah! Tapi sementara ini hanya dijadikan saksi saja,” jelas Waterpauw lagi.

Namun, apabila terbukti maka para saksi ini bisa dikenakan kasus makar sesuai undang-undang yang berlaku.

Namun dari informasi yang diketahui keempat saksi tersebut nampaknya sudah dikembalikan kepada warga karena belum ditemukan bukti kuat untuk menjadi tersangka, sementara sejumlah warga lainnya termasuk dua anggota Kepolisian Mimika juga mengalami luka-luka.

Diantara mereka itu, dari pihak warga diketahui terdiri ada nama-nama Orlando Anggaibak, Donbosko Maubak, Norbertus Timang, Kaspar Onawame, Veronika Anggaibak, Altinus Wanmang dan Viktus Wanmang, serta Jemagau Senawatin.

Sedangkan dari pihak aparat kepolisian ada Bripda  Frisky Kidding dari Satuan Intelkam Polres Mimika, dan Bripka Yotam Kuba dari Detasemen Brimob B Pelopor.

“Masing-masing mereka juga sudah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan begitu kejadiannya,” kata Waterpauw.

Sebelumnya, Kamis (1/12) siang tadi sekitar 1000 orang pendukung organisais Papua Merdeka (OPM) telah menaikan bendera Bintang Kejora untuk memperingati hari kemerdekaaan bangsa Papua Barat yang ke 50 atau HUT Yubelium-nya.

Aparat keamanan langsung membubarkan massa dan menurunkan bendera sehingga kericuhan terjadi. Dalam kericuhan itu, sejumlah polisi terluka kena lemparan batu dan sejumlah warga juga terluka dan di tangkap.(J/08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *