Sejumlah Aktivis di Mimika Ditangkap Polisi

JUBI—Aksi memperingati kemerdekaan Bangsa Papua 1 Desember 2011 diwarnai dengan penangkapan terhadap kelompok sipil di  Lapangan Timika Indah, Papua, Kamis (1/12) siang. Ironisnya, puncak peringatan HUT Papua ke-50 itu diwarnai dengan penembakan dan penangkapan oleh aparat Brimob terhadap aktifis Papua dan warga sipil lainnya.

“Mereka yang ditembak dan ditangkap Polisi adalah Hilarius Dolame, Marel Magai, Norbertus Timang, Frans Kedeikoto dan beberapa mahasiswa dan aktivis lainnya,” ungkap Vincen, seorang warga korban di Lapangan Timika Indah, Papua, Kamis (1/12). Sumber lain menjelaskan, jumlah warga dan aktivis yang ditembak, maupun ditahan mencapai belasan orang. “Tapi yang ditangkap dan dibawa naik ke mobil Polisi, dan dibawa pakai truk menuju ke Kantor Polres Mimika di Milepost 32, sebanyak delapan orang,” kata salah satu saksi mata lainnya.

Aksi penangkapan dan pengejaran terhadap warga sipil dan aktivis dilakukan secara brutal. “Coba kalau mau pakai tembak-tembakan dan aksi penangkapan, kenapa dari awal kami ditolak? Kami pikir ini hanya dijadikan proyek oleh aparat militer,” ungkap Feronika, seorang korban ketika dirujuk ke rumah sakit setempat, Kamis (1/12).

Sumber lain oleh warga melaporkan, sekitar pukul 13.00 WIT, waktu setempat atau setelah satu jam lebih, usai pembubaran masa secara paksa, dua orang warga sipil ditangkap, tidak jauh dari lokasi penembakan. Kedua pria itu belum diketahui nama, namun disaksikan warga Belibis, mereka ditangkap ketika sedang mengendarai motor di Jalan Raya Belibis Timika. “Tadi mereka dari sana pelan-pelan, tapi sampai di sini, dihentikan Polisi dan Brimob. Satu orang, tangan dan kaki diborgol dan dibuang masuk ke dalam mobil putih milik aparat polisi,” ungkap Vincen.

Hingga siang ini, ketika berita ini ditulis, situasi tegang dan aparat militer siaga di lapangan Timika  Indah. Warga berharap dan meminta agar Polisi melepaskan korban tahanan yang diangkut itu. Kapolres dan Wakapolres Mimika, yang turut hadir, belum memberi komentar ketika dihubungi wartawan sesaat peristiwa penembakan dan penangkapan  terjadi. “Nanti ya.. Sebentar saya akan memberi keterangan,” balas pucuk pimpinan aparat Polisi di Kabupaten Mimika itu.  (Jubi/Almer Pits)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *