Ekimar, Korban Gegabah Imam Setiawan Bebas Demi Hukum

 

JUBI—Polresta Jayapura dibawah kepemimpinan AKBP. Imam Setiawan dituding bertindak gegabah terhadap warga sipil. Gegabah untuk mencurigai, menangkap, menyiksa dan menginterogasi dan menahan tanpa bukti dan keterangan yang jelas terhadap Sonny Kosay, Marius Logo (1/8), Parius dan Ekimar serta 13 warga RT Horas Kota Raja pada saat Idul Fitri lalu. Setelah menjalani proses pemerikaan dan penahanan, warga sipil ini tidak terbukit terlibat dalam tuduhan yang dilimpahkan kepada mereka dan dibebaskan demi hukum.

Hal itu disampaikan Koordinator KontraS Papua, Olga Hamadi kepada tabloidjubi.com, Jumat (30/12) di Padang Bulan, Abepura, Kabupaten Jayapura. “Mereka dibebaskan demi hukum,” kata Olga. Hukum tidak membenarkan mereka ditahan lebih dari masa pehanan. Penahanan mereka tidak bisa diperpanjang karena tidak ada bukti yang membenarkan mereka bersalah atau harus ditahan lagi.

“Polisi tidak mempunyai saksi yang bisa membuktikan Ekimar terlibat dalam kasus pembakaran dan pembunuhan sopir taxi di Skailand.” kata Olga. Ekimar tidak bisa ditahan lagi tanpa bukti karena masa pehananan pertama dan masa penahanan yang diperpanjang pun habis. “Demi alasan hukum itu, mereka dibebaskan,”jelas Olga kepada tabloidjubi.com.

Selain Ekinar, mereka yang dibebaskan demi hukum itu termasuk Sonny Kosay dan Marius Logo yang ditahan dengan alasan penjambretan pada 1 Agustus 2011. “Mereka bebas 16 Desember kemarin. Sedangkan Ekimar Bebas tanggal 29 Desember kemarin,” katanya kepada tabloidjubi.com.

Berhubungan dengan pembebasan itu, Aktivis HAM korban Kekerasan Abepura 2001, Peneas Lokbere mengatakan pembebasan bagian dari penegakan hukum.Namun dirinya menyesalkan hukuman terhadap pihak kepolisian yang melakukan tindakan penangkapan itu hany menerima hukuman berupa teguran saja. “Hukum ini hanya untuk rakyat ka?” tanyanya, Jumat (30/12) di Padang Bulan Abepura. (JUBI/Voxpopa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *