Mesak Manibor, Bupati Pertama Putra Asli Sarmi

JUBI — Pembawaannya yang sangat sederhana dan energik serta mampu dalam memimpin membuat Drs. Mesak Manibor, M.MT, kini  dipercaya sebagai putra pertama asli Sarmi menjadi bupati di kota ombak sarmi untuk periode 2011-2016.

Sebelumnya pada Rabu (28/12) dilakukan pelantikan kepada kedua pasangan Bupati Drs. Mesak Manibor, M.MT – Wakil Bupati Ir. Alberthus Suripno,  secara resmi oleh Penjabat Gubernur Papua, DR. Drs. Syamsul Arief Rivai, di gedungDPRD Sarmi, Kota Batu Petam, Kabupaten Sarmi, serta disaksikan masyarakat bersama para muspida  dan pejabat setempat.

Dalam sambutanya, Penjabat Gubernur Papua, DR. Drs. Syamsul Arief Rivai mengatakan bahwa hal ini merupakan peristiwa sejarah setelah tertunda proses pelantikan karena dinamika yang berkembang,  tetapi ini merupakan hal yang istimewa karena bertepatan di Hari Natal dan menyambut tahun baru 2012.

“Bupati dan wakil bupati harus sejalan dan saling koordinasi serta memelihara kekompakan selama lima tahun periode berjalan, disisi lain bagi keduanya sudah ada tugas masing-masing sesuai aturan, sehingga harus dicermati dan harus sebagai pengayom bagi masyarakat,” tutur Penjabat Gubernur Papua, DR. Drs. Syamsul Arief Rivai.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sarmi, Mesak Manibor mengatakan yang menjadi fokus utamnya dalam program kerja 100 hari kedepan adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak seperti penerangan, komunikasi dan juga Rumah Sakit (RS).

“Program akan kita sesuaikan dengan yang kita sampaikan saat kampanye. Pertama, menjawab kebutuhan masyarakat yang mendesak yakni, penerangan. Karena sudah ada 260 rumah sehat yang dibangun di Sarmi, namun belum dilengkapai dengan penerang. Sebab itu dalam rangkan 100 hari kerja, ini akan menjadi prioritas untuk memberi penerang kepada masyarakat yang menempati rumah sehat itu,” kata Mesak Manibor,  

Dikatakan, Pemkab Sarmi akan mencoba menggunakan tenaga diesel dalam memberikan fasilitas penerangan kepada masyarakat Sarmi.  Ini dilakukan agar penerangan tidak hanya digunakan masyakat untuk kebutuhan rumah tangga semata, namun juga untuk usaha lainnya.

“Jadi masyaralat tidak hanya menggunakan listrik untuk penerangan semata, namun juga untuk industri lain, Disisilain, saya juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan yang ada,” ujar Mesak Manibor, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Sarmi, ketika masih di pimpin Bupati Drs. Eduard Fonataba, MM.

Dikatakan, untuk seratus hari kerja akan disesuaikan presentase kemampuan seseorang dan akan disesuaikan dengan kepangkatan dan ditingkat distrik bagi yang tidak dengar-dengaran akan di copot juga. Namun bagi masyarakat mari kita mendukung pembangunan yang ada.

Bupati Mesak Manibor kelahiran Keder, Sarmi, setelah dilantik lansung giat dengan aktivitas pertamanya pada Kamis (29/12), yakni melakukan  penanaman pohon di depan kantor dewan adat kabupaten sarmi, kerja sama pihak TNI dengan Dinas Kehtanan dan pengendali aliran sungai.

Sedangkan Wakil Bupati, Ir. Alberthus Suripno adalah mantan sekretaris daerah Kabupaten Sarmi selama 4 tahun ini (2005 –2009). Yang memiliki pengalaman – pengalaman tugas birokrasi dan pemerintahan . Kedua pasangan Nusantara ini sebelumnya mengusung Visi pada Pemilukada lalu, yakni :  Terwujudnya Sarmi baru , melalui pembangunan yang berlandaskan Iman dan Hati Nurani menuju kehidupan masyarakat yang sejahtera,mandiri dan demokratis dan kebhinekaan .

Nama Sarmi adalah merupakan singkatan dari nama suku-suku besar, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa, dimana awal terbentuknya kabupaten ini melalui UU No. 26 Tahun 2002 tanggal 12 April 2003, dengan luas wilayah 35.587 km2. Namun, belum tampil anak asli Sarmi sebagai bupati yang memimpin daerahnya, hingga kini kehadiran Mesak Manibor sebagai putra asli pertama tentu menjadi harapan kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *