Tim Papua Diajak Kembali Kenaungan PSSI

JUBI — Kisruh kompetisi sepak bola di Indonesia yang tak kunjung berakhir rupanya mulai membuat  FIFA merasa gerah. Bahkan induk organisasi sepak bola dunia itu mengancam akan mejatuhkan sanksi kepada Indonesia jika kisruh tak kunjung berakhir. Tenggat waktu yang diberikan FIFA adalah hingga 20 Maret 2012 mendatang.

Guna menghindari sanksi dari FIFA tersebut, maka Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengirim para utusannya kesemua klub Liga Super Indonesia (LSI) termasuk tim Papua, Persipura, Persiwa, Persidafon, dan Persiram Raja Ampat untuk mengajak kembali kejalur yang direstui PSSI.

PSSI sendiri mengutus tiga orang perwakilan ke Jayapura yakni Deputi Bidang Sekjen Luar Negeri PSSI, Rudolf Yesayas, Direktur Media PSSI, Tommy R Arief dan Anggota Komite Etik PSSI, Yohanis Auri untuk menjelaskan dan menyampaikan agar Persipura kembali ke naungan PSSI.

Rudolf Yesayas mengatakan, dalam surat FIFA ke PSSI salah satu isinya adalah jika sampai 20 Maret 2012 masalah ini tidak juga berakhir, maka Indonesia  akan disanksi. “Jadi yang disanksi bukan PSSI. Untuk itu kami himbau kepada tim Papua, Persipura, Persidafon, Persiwa, dan Persiram supaya kembali ke bawah naungan PSSI. Tidak ada masalah prinsip yang perlu dipersoalkan dalam larinya mereka. Jadi marilah tim Papua kembali ke PSSI karena tidak akan ada sanksi. Kalaupun sudah ada akan diputihkan dan diikutkan dalam kompetisi LPI,” kata Rudolf Yesayas, Jumat (30/12).

Menurutnya, tidak ada kesalahan yang sengaja dibuat oleh PSSI sehingga tim Papua lari dari PSSI yang terjadi hanyalah adanya informasih yang diplintir untuk membenarkan diri dan mengakibatkan tim Papua lari dari PSSI. Ia berharap dengan kedatanganya bersama dua utusan PSSI lainnya ke Jayapura membawa angin segar kepada persepak bolaan di Papua. Selain itu PSSI tidak seperti yang dituduhkan selama ini bahwa sengaja menjegal langkah Persipura di LCA.

“Saya meluruskan bahwa PSSI tidak seperti yang dituduhkan, menjual Persipura, pengkhianat bangsa atau apapun itu, semua omong kosong. Masyarakat Papua sengaja dibuat membenci PSSI. PSSI tidak pernah melanggar aturan yang ada sebagimana yang setiap hari diberitakan di Papua.  Namun ada opini yang dengan sengaja dibentuk dan membuat publik percaya, namun itu ternyata tidak benar. Saya juga sudah ungkapkan itu saat rapat dengan walikota Jayapura. Namun dari pihak Persipura belum merespon hal ini,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Media PSSI, Tommy R Arief mengatakan, jika klub-klub LSI tetap bersikeras maka PSSI akan mengambil tindakan. PSSI memberikan batas waktu kepada klub selama dua minggu terhitung sejak tanggal merima surat dari PSSI. “Kalau tidak PSSI akan mengambil tindakan tegas sesuai istruksi FIFA, karena kalau tidak FIFA akan menyalahkan PSSI dan PSSI tidak mau kena getahnya karena ulah mereka,” kata Tommy R Arief. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *