597 Personil TNI/Polri Jaga Sidang Forkorus Cs

JUBISedikitnya 597 personil tim gabungan anggota TNI dan Polri di turunkan untuk mengamankan jalannya sidang Forkorus Cs yang berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Klas I A di Abepura, Senin (30/1). Aparat keamanan yang di turunkan berseragam lengkap.
 
Hal ini di kemukakan kepala bidang hubungan masyarakat kepolisian daerah Papua di Jayapura, Komisaris Besar Polisi, Wachyono kepada wartawan usai sidang Forkorus Cs di Abepura, Senin (30/1). Menurut Wachyono, pasukan yang di turunkan berasal dari Polda  Papua dan Kodim. Pasukan itu akan terus mengawal jalannya persidangan hingga tuntas.
 
“Ini proses penegakan hukum. Jadi mari kita bersama-sama menghormati hukum. Negara ini kan negara hukum. Silahkan proses hukum tetap berjalan,” kata Wachyono. Lanjut dia, masyarakat di harapkan jangan terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang. “Kita amankan proses hukum ini dengan baik,” ujarnya.
 
Dari pantauan tabloidjubi.com, Jumlah kendaran polisi yang di gunakan sebanyak 12 truck.
Tak hanya aparat keamanan yang mengamankan sidang lima pentolan Kongres Rakyat Papua III, 19 Oktober 2011. Namun, pasukan Penjaga Tanah Papua (Petapa) dengan seragam birunya berjaga-jaga di depan Kantor Pengadilan. Jumlah mereka sebanyak 20 anggota.
 
Meski ada Petapa, tetapi polisi lebih menguasai areal Kantor Pengadilan. Warga yang hendak  masuk mengikuti sidang, di periksa secara ketat. Kartu Tanda Penduduk (KTP) harus di keluarkan untuk di periksa indentitasnya. Barang bawahan dalam tas juga ikut  di periksa. Jika kedapatan barang yang di anggap berbahaya maka di tahan.
 
Korps cokelat yang memeriksa warga yang masuk, menyediakan sebuah meja di samping jalan masuk untuk mendata nama-nama warga yang hendak mengikuti persidangan. Bagi warga yang barangnya di tahan, polisi memberikan sebuah kertas semacam formulir untuk mengisi nama barang yang di tahan. Kertas itu sebagai bukti pengambilan barang. “Bapak tolong isi nama barang yang kami tahan dalam formulir ini, kemudian di bawa. Nanti setelah sidang, kertasnya di kembalikan baru barangnya di ambil,” kata seorang polisi wanita (Polwan) kepada seorang warga yang barangnya di tahan.  (JUBI/Musa Abubar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *