Dominikus Sorabut Mengaku Sakit Usai di Sidang

JUBIDominikus Sorabut, salah satu tersangka kasus Kongres Rakyat Papua  III, 19 Oktober 2011 mengaku sakit usai di sidang bersama empat rekannya di Kantor Pengadilan Klas I A di Abepura, Senin (30/1). Sorabut sakit karena di tendang polisi saat di turunkan di Mapolda Papua, ketika itu.

Menurutnya, dirinya mengalami sakit karena di tendang polisi saat di turunkan di Markas Polda Papua sesaat usai ditahan paska Kongres Rakyat Papua (KRP) III Bulan Oktober lalu. “Saya sakit karena sejak di tangkap polisi lalu kami di bawa ke Polda pas mau di turunkan, saya di tendang di kantong kemih. Akibatnya, saya punya kantong kemih gangguan,” kata Dominikus.
 
Lanjut dia, setiap hari mengalami sakit. Apalagi pada malam hari. Pencernaannya juga gangguan. Lelaki asal Wamena ini, susah tidur di malam hari. “Saya sudah rasa sakit sejak di Polda. Tapi, tidak ada layanan kesehatan sampai di bawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A di Abepura,” ungkapnya.
 
Tetapi, kata dia, sampai sekarang di LP pun tidak ada pelayanan kesehatan,” ujarnya.  Dominikus meminta, pengacara hukum-nya (PH) mengupayakan pelayanan kesehatan untuk dirinya. “Saya harap PH bisa usahakan kesehatan saya,” harap Dominikus.
 
Latifah Anum Siregar, salah satu pengacara hukum Domikus Sorabut bersama empat tersangka lainnya mengatakan, kliennya sakit di penjara. Dengan demikian, majelis hakim harus bertanggung jawab. “Kami minta hakim bertanggung jawab atas  kesehatan dari klien kami,” tegas Anum.
 
Dari tanggapan itu, hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) merujuk satu dokter untuk melayani Dominikus Sorabut. Menanggapi hakim, JPU berjanji bakal merujuk seorang dokter untuk menangani Sorabut.
 
“Kami keberatan dengan dokter yang ada di dalam Lembaga. Kami ada siapkan dokter dari luar untuk menangani satu orang klien kami yang sakit ini,” kata Gustaf Kawer, pengacara hukum lainnya. (JUBI/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *