Forkorus Cs Tolak Sidang Makar

JUBI—Forkorus Yaboisembut, Edison Gladius Waromi, August Makbrawen Sananay Kraar, Dominikus Sorabut, dan Selvius Bobii, lima tersangaka kasus Kongres Papua III, 19 Oktober 2011 lalu, menolak persidangan terhadap mereka. Penolakan tersebut terungkap dalam surat pernyataan penolakan sidang pengadilan dakwaan makar dan yang sejenisnya.
 
Dalam surat pernyataan penolakan sidang pengadilan dakwaan makar dan yang sejenisnya yang dibacakan Forkorus Yaboisembut, dikatakan pihaknya tak bersedia memberi keterangan atau jawaban menurut hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama proses sidang pengadilan tuduhan perkara makar dan yang sejenisnya.
 
Lanjut Forkorus, mereka menolak karena sudah sangat jelas bahwa masalah itu adalah masalah antara dua bangsa dan dua negara yakni, antara bangsa Papua dan bangsa Indonesia. “Kami menolak sidang karena ini masalah dua bangsa yang berbeda,” kata Yaboisembut saat membacakan surat pernyataan itu di tengah sidang perdana makar yang berlangsung di Kantor Pengadilan Klas I A di Abepura, Senin (30/1) siang.
 
Dalam surat pernyataan itu, tertera tujuh poin alasan penolakan. Diantaranya, negara Indonesia telah dan sedang menganeksasi bangsa dan negara Papua Barat. Penganeksasian itu sudah terjadi sejak tiga komando rakyat (Trikora) yang di kumandangkan mantan Presiden Soekarno Hatta pada tanggal 19 Desember 1961 di alun-alun utara Kota Yogyakarta dan dilanjutkan dengan infasi militer Indonesia sejak tahun 1962 sampai saat ini dalam berbagai bentuk kebijakan yang bertujuan mempertahankan proses aneksasi.
 
“Pernyataan saya dan teman-teman serta para pendahulu kami dan seluruh anggota masyarakat bangsa Papua selama ini perjuangan untuk memulihkan kemerdekaan kedaulatan bangsa Papua, sebagai hak asasi politik (political right) kami yang paling mendasar,” kata Forkorus.
 
Forkorus juga menyatakan dalam surat penolakan itu, perjuangan yang dilakukan bukan untuk merusak atau menghancurkan negara maupun dunia. Perjuangan itu juga tidak berniat dan berencana merusak atau menghancurkan negara Indonesia. “Tapi perjuangan itu dilakukan karena harga diri orang Papua dihina. Hak asasi manusia orang Papua dilecehkan di atas negerinya sendiri yang diwarisi para leluhur sebelumnya,” katanya.
 
Sebelum pembacaan surat pernyataan penolakan itu, Ketua Majelis Hakim, Jeck L. Oktovianus membacakan dakwaan terhadap lima tersangka. Surat dakwaan itu menyatakan, terdakwa Selvius Bobii, August Makbrawen Sananay Kraar, Dominikus Sorabut, Edison Kaludius Waromi, Forkorus Yaboisembut pada Minggu – Rabu, 19 Oktober 2011 para terdakwa di tuding secara bersama-sama mencoba melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagaian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian dari wilayah negara.
 
Atas tudingan itu, perbuatan para terdakwa di ancam pidana dalam pasal 106 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke –(1) KUHP jo Pasal 53 ayat (1) KUHP. Setelah pembacaan surat dakwaan dan surat pernyataan surat penolakan, hakim menunda sidang perdana Forkorus Cs. Sidang akan kembali di gelar pada Rabu, 8 Februari 2012 mendatang dengan agenda pembacaan eksepsi dari pengacara hukum kelima terdakwa. (Jubi/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *