Hampir 100 Persen ODHA di Nabire Enggan Konsumsi ARV

JUBI—Meski stok obat ARV (Anti Retroviral) cukup tersedia, faktanya sebagian besar Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang ada di Kabupaten Nabire, Papua, enggan mengkonsumsinya. Tak diketahui secara pasti alasannya, namun hal itu dianggap bukti kurangnya kesadaran ODHA akan pentingnya ARV yang mampu meningkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh pasien terhadap virus.

“Kami tidak mengerti dengan hal itu, karena sebenarnya AVR ada tersedia. Tapi ODHA tidak mau ambil obat itu, kalaupun ambil juga tidak dikonsumsi,” kata Muhammad Syukur dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Nabire, Senin (30/1).

Diakuinya, hampir seluruh ODHA di Nabire tak mau konsumsi ARV. Sebab, tercatat lebih dari 2000 ODHA, tetapi hanya 54 orang yang dapat pengobatan ARV. “Ini soal kesadaran mereka mau berobat atau tidak, karena AVR sudah ada. Tetapi mungkin faktor lainnya merasa takut ketahuan jika terhidap virus mematikan itu,” sebut Muhammad Syukur.

Kenyataan itu menjadi satu kendala tersendiri dalam mendapatkan pelayanan prima kepada para ODHA. “Konsultasi dan layanan klinis sudah kita berikan, tetapi tergantung ODHA kalau mau ARV sebenarnya ada, tinggal diambil dan dikonsumsi. Di Nabire ini jumlah penderitanya sih banyak, namun sayang sekali karena yang sudah dapat ARV hanya 54 orang saja dari jumlah seluruhnya lebih 2000 ODHA. Jadi, ini memang sangat kurang dari presentasenya ya,” katanya.

Muhammad Syukur mengatakan, masih tingginya faktor diskriminasi terhadap ODHA membuat penderita takut memeriksa kesehatan, bahkan yang sudah terdeteksi pun enggan mengkonsumsi ARV.

Berdasarkan data, kasus HIV-AIDS di Kabupaten Nabire pertama kali ditemukan tahun 1998. Saat itu hanya satu kasus, namun dalam perkembangannya hingga Januari 2012 sudah 2040 kasus HIV dan AIDS. Tercatat, lebih dari 100 ODHA telah meninggal dunia. Sementara sebagian lainnya tidak mengikuti petunjuk medis, artinya tidak lagi mengambil ARV, bahkan parahnya meski mereka menerima obat tersebut, tapi tidak mau mengkonsumsinya. (Jubi/MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *