Penyuluhan Narkoba dan HIV-AIDS Melalui Film di Abepura

JUBI—Puluhan warga Papua di RW 08 dan RW 09, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Kota Jayapura mengikuti sosialisasi HIV dan narkoba dengan menonton film. Pemutaran film di lapangan terbuka di RW ini pada Senin (30/1) malam, sekitar pukul 20.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT.

Film dengan judul ‘Love Patrol’ dengan 10 kepingan dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dialek khas Papua ini membuat anak-anak dan penonton dewasa lainnya sangat antusias. Bahkan, ada yang menonton sambil memakan pinang. Makan pinang adalah salah satu tradisi keakraban ala Papua.

Pantauan tabloidjubi.com malam ini, anak-anak justru berada pada bagian depan. Mereka duduk bersila di lapangan itu, meski beralaskan terpal. Sementara sebagian warga lainnya menonton dari badan jalan di kampung dua RW itu.
Bahkan ada yang menonton dengan satu anggota keluarga sekaligus. Yohan Saimima, Ketua RW 08, mengatakan, pihaknya sangat respek dengan kampanye HIV-AIDS, dan narkoba melalui pemutaran film ini. Penyampaian pesan melalui film dinilai lebih efektif, cepat, dan tepat.

Karena itu, dia berharap, bahwa, pesan yang disampaikan dalam film menginspirasi warganya untuk menjauhi narkoba, dan prilaku seks berisiko yang berujung pada HIV dan AIDS. “Kita tahu, bahwa narkoba dan akibat HIV. Kami berharap agar menjauhi prilaku seks berisiko,” kata Yohan.

Dia mengaku, sekira 2000-an penduduk yang berdomisili di RW 08 dan RW 09 sangat berterima kasih atas program yang dilaksanakan oleh Jaringan Orang Terinfeksi HIV di Indonesia (JOTHI) Papua dan Sanggar Tari ‘Fams Palara’.

Samy Ayapo, dari Kordinator Program JOTHI Papua mengatakan, dengan film yang diputar malam ini oleh pihaknya, warga Papua, khususnya di kota ini menjauhi pemakaian narkoba, dan seks berisiko.

Melihat tanggapan warga di dua RW ini, Samy berharap, agar sosialisasi narkoba, HIV, dan AIDS pada masyarakat lebih intensif. Meski demikian, dia mengaku, bahwa, ada cara lain untuk mengkampanyekan tolak narkoba, dan mengurangi ‘Jajan Bebas’ yang berpeluang jalur masuknya virus HIV. Namun, film dirasa lebih cepat, dan tepat.

Pemutaran film merupakan bagian dari kerja sama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua dengan JOTHI Papua. (Jubi/Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *