Air Tersumbat, Tapol Papua Keluhkan Pelayanan di Lapas Abepura

JUBI —- Forkorus Yaboisembut, Edison Gladius Waromi, August Makbrawen Sananay Kraar, Dominikus Sorabut, dan Selvius Bobii, tahanan politik kasus Kongres Rakyat Papua III, 19 Oktober 2011 mengeluhkan kemacetan air di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A di Abepura, Jayapura, Papua.

“Satu hari saya mandi satu kali saja. Air sering macet alias tidak mengalir. Kami stengah mati sekali,” kata Forkorus Yaboisembut yang di daulat dalam Kongres Rakyat Papua sebagai Presiden Negara Federal Bangsa Papua Barat kepada tabloidjubi.com setelah di sidang di Kantor Pengadilan Negeri di Abepura, Senin (30/1) kemarin.

Selain air, Forkorus juga mengeluhkan menu makan yang disajikan tiap harinya oleh petugas sipir di Lapas Abepura. Menurutnya, hampir setiap hari, mereka mengkonsumsi satu model sayuran. “ Hampir setiap hari kami makan sayur terung terus. Sepertinya, tidak ada sayur yang lain,” ujarnya.

Hal serupa juga di keluhkan empat rekan lainnya. Dominikus Sorabut  dan Selvius Bobii mengaku, saban hari mereka kesulitan air. Tak hanya mereka, tahanan dan nara pidana (napi) lainnya juga mengeluhkan masalah yang sama. “Semua tahanan yang ada di Lapas Abepura keluhkan masalah air. Persoalan ini sudah lama di keluhkan, tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” kata Selvius Bobii.

Kementrian Hukum dan HAM perwakilan Papua di Jayapura pernah berjanji bakal memperbaiki Lapas Abepura. Perbaikan yang direncanakan menyangkut fasilitas dalam lembaga termasuk air bersih. Perencanaan itu diagendakan oleh mantan kepala kantor wilayah Kemenhunham, Nazarudin Bunas. Namun, hingga dirinya di ganti, Lapas Abepura tak adan perubahan di Lapas ini. (JUBI/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *