Pembentukan Kabupaten Kimaam Harus Matang

JUBI—Semua warga khusunya masyarakat yang tinggal jauh di kampung-kampung, sangat membutuhkan pelayanan dari sisi pembangunan dan pemerintahan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan pemekaran wilayah. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati yang namanya ‘kue’ pembangunan.

“Saya mendukung gagasan dan ide yang dilakukan para intelektual dari Kimaam yang sedang bekerja melakukan pemekaran Kabupaten Kimaam. Semua itu, tentunya memiliki manfaat positif. Tetapi harus dilakukan sesuai prosedur. Artinya mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Karena tidak mungkin begitu orang teriak minta pemekaran, langsung ditindaklanjuti,” ungkap Salah seorang Tokoh Agama Katolik, Pastor Pius Manu yang ikut pada pertemuan bersama warga dari Distrik Tubang, Selasa (31/1).

Proses pemekaran suatu wilayah, demikian Manu, harus melalui proses dan tidak boleh terburu-buru. Apalagi tidak dalam waktu sekejap, langsung diresponi pemerintah pusat. Semua persyaratan yang dibutuhkan, harus diselesaikan terlebih dahulu. “Kita juga tidak boleh teriak-teriak untuk minta agar cepat direalisasikan pemekaran suatu daerah atau wilayah. Biarkan semua berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” pintanya. (JUBI/ANS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *