Bea Cukai Mimika Segel Kapal MV Pomoko

JUBI—KM MV Pomoko yang sebelumnya diduga digunakan tangki penyeimbangnya (ballast) oleh sejumlah kru kapal pekerja baru PT PBNP yang diprediksikan siap menggantikan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (PT KPI), Rabu (31/01) disegel pihak Bea Cukai Kabupaten Mimika.

“Tadi sore, sekitar pukul 16.00 telah disegel oleh pihak Bea Cukai Timika dan sempat disaksikan juga oleh pihak Export Import,” kata salah satu pekerja Marine PT KPI lewat telepon selulernya ke tabloidjubi.com dari Portsite, Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Meski tidak sempat mengetahui siapa pihak Bea Cukai dan Export-import dimaksudkan, sumber tabloidjubi.com di Portsite menyebutkan, penyegelan itu memberi kepuasan para pekerja kru kapal lama milik PT KPI akibat terungkapnya dugaan aksi penyelundupan bahan bakar solar sebanyak 102 ribu ton (sekaligus meralat pemberitaan awal yang diberitakan sebanyak 150 ribu ton-red).

Alasannya jelas, lanjut sumber itu, karena lebih baik diawal-awal begini ketahuan agar jangan sampai sudah jalan bersama manajemen perusahaan PT PBNP ini, kondisinya justru jauh lebih rusak dari PT KPI.

Ini jelas akan sangat merugikan pihak perusahaan dan terlebih perusahaan induk PT Freeport Indonesia, sehingga mengakibatkan terjadinya aksi mogok kerja seperti belum lama ini.

Upaya untuk mengkonfirmasi siapa dari pihak Bea Cukai yang melakukan penyegelan, termasuk pihak export import yang ikut menyaksikan sejauh ini belum dapat diketahui.

Sumber tabloidjubi.com yang ditanyai hanya sempat menyebutkan, rekannya dari pihak Bea Cukai Timika hanya mengetahui, hasil penyegelan masih dalam proses pemeriksaan dan membutuhkan waktu untuk mempublisitas hasilnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal MV Pomoko sebagai salah satu kapal milik PT Freeport Indonesia yang dipercayakan pengelolaannya oleh PT KPI, Kamis (27/1) direncanakan mengalami docking (perbaikan) ke Singapore.

Namun pada saat itu, para pekerja PT KPI yang sementara ada di Portsite mencurigai kinerja kru kapal yang baru dan berada di atas kapal MV Pomoko itu langsung melakukan tindakan pengklaiman dan mendapatkan adanya pengisian bahan bakar minyak berupa solar di dalam tangki Ballast-nya. Jumlahnya mencapai sekitar 102 ribu ton atau setara dengan uang kurang lebih Rp 800 milyar lebih.

Dari informasi rekan yang juga menjadi salah satu mantan perwira engineer yang turut ikut mengambil Kapal MV Pomoko dari Singapore di tahun 1997 silam, Kapal MV Tembaga V atau Pomoko, sejujurnya tidak pernah mengadakan stock bahan bakar pada tangki ballast-nya.

Kapal itu, lanjutnya, sama dengan Kapal Tembaga III atau Ajkwa milik PT Freeport Indonesia,  tangki ballast-nya tidak pernah diisi oleh minyak solar dengan alasan apapun, karena mempunyai sistim yang lain dari kapal-kapal pada umumnya. Kapal tersebut menggunakan sistim articouple. (Jubi/J-08)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *