Benny Yansenem:” Kami Bicara Nasib Sepak Bola 10 Tahun Mendatang”

 

JUBI—  Ketua Umum Asosisasi Mantan Pemain Persipura (AMPP), Benny Yansenem, Rabu, (1/2) mengatakan AMPP tidak sedikitpun membicarakan nasib sepak bola saat ini, tetapi nasib sepak bola 10 tahun mendatang, khususnya di tanah Papua.

“Di arena ini kami tidak membicarakan nasib sepak bola saat ini, tetapi nasib sepak bola 10 tahun mendatang, kusus di Tanah Papua, biarlah nanti ketika usia sudah lanjut, kita tinggal menikmati manfaat dari perjuangan hari ini,” ungkap Beny Yansenem via layanan singkat (SMS), langsung dari Manokwari Provinsi Papua Barat kepada tabloidjubi.com, Rabu(1/2). Benny Jensenem ke Manokwari guna mendampingi Alberth Pentury pelatih berlisensi prof A Eropah dari KNVB. Alberth Pentury adalah instruktur pendidikan kepelatihan pelatih usia dini yang dikontrak oleh PSSI untuk membangun sepak bola secara mendasar dan terencana. Alberth Pentury baru saja memberikan coaching clinic di Jayapura selama dua minggu bagi 70 pelatih sepakbola SSB di Kota Jayapura.

Benny Yansenem mengakui bahwa ketika tertentu nanti, biarlah nanti  usia mereka sudah lanjut, semua orang tinggal menikmati manfaat dari perjuangan yang dilakukan PSSI sekarang ini. Hal itu diungkapkan Benny Yansenem untuk meluruskan semua hal yang dipikirkan oleh beberapa pihak dengan sinisme akan perjuangan yang dilakkukan PSSI saat ini.

Benny Yansenem yang bertindak selaku assisten instruktur bersama Alberth Pentury melakukan coaching clinic di Papua Barat, setelah sebelumnya melakukan hal yang sama di Provinsi Papua. Keterangan yang berhasil dihimpun tabloidjubi.com, kehadiran Bert Pentury dari PSSI melakukan pendidikan pelatihan pelatih usia dini di Provinsi Papua Barat dengan tiga sesi/kelas dengan melibatkan 20-30 peserta.

“Pembukaan sore ini (Rabu,1/2) di lapangan Borasi dengan pertandingan antara eks Perseman vs Sekolah Sepakbola, yang disaksikan oleh Ketua Pengprov PSSI Papua Barat,” ungkap Sekretaris Pengprov PSSI Papua Barat, Jhon Tulus. (JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *