Seth Jafet Rumaropen atau Seth Jafet Rumkorem

JUBI—Awal tahun 2012, warga Papua boleh menyambut tahun baru dan terbitnya buku baru berjudul The Papua Way: Dinamika Konflik Laten dan Refleksi 10  Tahun Otsus Papua. Memang intelektual muda Papua,  Anthonius Ajorbaba  termasuk salah satu dari penulis yang mengamati perkembangan UU Otsus di Papua.Buku ini merupakan buku kedua dari yang pertama berjudul Memanusiakan Manusia.

Namun dalam buku ini Ajorbaba lebih menitik beratkan pengamatan UU Otsus Papua dari segi memahami konflik Papua dengan Peacemaking Crimininologi. Apalagi buku ini merupakan tesis Pasca Sarjana pada Departemen  Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia.

Terlepas dari kelebihan maupun kekurangan dari buku setebal  331 halaman yang dipenuhi dengan foto-foto penulis saat melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh narasumber mulai dari Gus Dur semasa hidupnya hingga Bas Suebu.

Namun demikian ada hal baru yang tercantum dalam halaman 103 alinea kedua yang tertulis : “Pandangan sebagian masyarakat Papua ini semakin memperkuat gerakan perlawanan rakyat yang sudah ada sebelumnya. Revolusi tersebut justru dijawab dengan diproklamasikan Pemerintahan Papua Barat oleh Zeth Jafet Rumaropen di Markas Viktoria pada 1 Juli 1971.”

Jika membandingkan data-data di atas ini agak berbeda dengan tulisan M Kholifan  dalam bukunya berjudul Babak Baru Perlawanan Orang Papua, halaman 117  mencantumkan teks Proklamasi antara lain berbunyi,

Proklamasi

Kepada seluruh rakyat Papua, dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim(Pegunungan Bintang) dari Biak sampai ke Pulau Adi.

Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka(de facto dan de jure).

Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bahwa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka dengan ini dipenuhi.

Viktoria, 1 Juli 1971

Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat.

Seth Jafet Rumkorem

(Brigadir Jenderal)

Bukan hanya buku Kholifan saja yang menyebut Seth Jafet Rumkorem. Dalam buku berjudul Integrasi Politik di Indonesia yang ditulis Prof Dr Nazaruddin Sjamsudin juga menyebut nama Zeth Jafet Rumkorem.  Kutipan tersebut pada alinea kedua halaman 105 tertulis, Tidak lama setelah Awom (Ferry) menyerah, Zeth Rumkorem mengumumkan berdirinya,” Republik Papua Barat,”pada bulan Juli 1971.

Dengan membandingkan ketiga buku dengan buku berjudul Papua Way yang telah memberikan nama berbeda antara Rumaropen atau Rumkorem.Tentu ini akan membuat semua pihak bertanya-tanya apakah yang benar Rumkorem atau Rumaropen. Hal ini jelas  akan menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak untuk mencoba menulis nama dan peristiwa dengan tepat karena ini menyangkut marga dan fam dari klen-klen  tertentu dalam suku-suku bangsa di Tanah Papua.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *