25 Siswa SMP Negeri Menawi Tak Bisa Membaca

JUBITahun 2011 lalu, sebanyak 25 orang siswa-siswa yang di terima di SMP Negeri Menawi, Distrik Angkaisera, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua  dari beberapa kampung yang ada di Distrik itu  dan  sejumlah kampung di luar Angkaisera tak bisa membaca.

Hal ini di kemukakan kepala SMP Negeri Menawi, I. Nyoman Warte saat di wawancarai tabloidjubi.com  di ruang kerjanya, belum lama ini. Menurutnya, pengalaman siswa tak bisa membaca terjadi setiap tahun. Ditahun-tahun sebelumnya, rata-rata siswa yang di terima, di setiap SD yang ada, rata-rata tiga orang tak bisa membaca.
 
 “Sejumlah siswa yang kami terima dari tahun ke tahun, sebagian besar tidak bisa membaca. Yang tidak bisa baca sama sekali terpaksa kami kembalikan ke orang tuanya. Lainnya yang  bisa sedikit membaca tetapi tidak lancar, kami terima,” ujar Nyoman. Lelaki asal Bali ini menuturkan, tahun 2011 lalu, jumlah siswa yang diterima sebanyak 160 orang. Dari jumlah itu, 25 orang diantaranya tak bisa membaca. Namun,mereka di terima dan dilatih secara khusus oleh pihak sekolah.
 
“Para guru terpaksa mengajarkan mereka untuk mengeja huruf. Memang susah, tapi apa boleh buat. Kita harus ajar mereka begitu,” tuturnya.  Puluhan siswa ini membuat, pihak sekolah mengkhususkan empat orang tenaga guru untuk melatih 25 orang siswa tersebut untuk membaca. Dari pelatihan khusus yang di berikan, 10 orang murid yang bertahan dan mau untuk tetap di latih membaca. Sementara, selisihnya 15 orang menolak untuk dilatih. “Dari jumlah itu, ada 10 orang siswa yang mau bertahan. Sementara 15 orang lainnya menolak, akhirnya mereka tidak melanjutkan sekolah,” ujar Inyoman Warte.
 
 Sepuluh orang siswa tersebut dilatih tiap hari di sekolah dan di rumah keempat guru yang sudah di tugaskan. Hingga kini puluhan siswa ini masih dilatih. Sementara yang memutuskan untuk tidak di didik langsung jelas putus sekolah.
 
Warte menambahkan, tak bisa di pungkiri, banyak energi yang di keluarkan oleh guru hanya untuk mengajar siswa membaca. “Guru yang menangani mereka stengah mati. Tetapi, mau bagaimana harus di lalui jika siswa-siswi yang tak bisa membaca,” ujarnya.
 
Dari data yang di peroleh, jumlah  guru yang bertugas di SMP Negeri Menawi sebanyak 22 orang. Enam diantaranya guru honor. Selanjutnya, keseluruhan siswa yang menimba ilmu di sekolah ini berjumlah 458 siswa. (Jubi/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *