Miras Tidak Perlu Tunggu Perda

JUBI — Banyaknya korban yang meninggal di Papua akibat menenggak minuman keras mengundang keprihatinan dari sejumlah pihak. Salah satunya anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) , Iqnasius W Mimin.

Ia mengatakan, tidak perlu harus menunggu adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang miras, namun harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Mengingat selama ini sudah banyak yang meninggal dunia dan kasus kriminal yang terajadi karena mengkonsumsi miras.

“Jadi sebaiknya masyarakat mulai menyadari dampak buruk yang diakibatkan miras. Tidak hanya masyarakat saja, namun juga para pejabat yang ada di Papua. Dibeberapa daerah di Papua sudah dibuat Perda tentang miras, namun kasus kriminal masih tetap saja terjadi. Jadi ini bukan masalah Perda, namun kesadaran diri sendiri,” kata Iqnasius W  Mimin, Senin (27/2).

Menurutnya selain mabhayakan diri sendiri, pengaruh juga bisa berdampak dan akan merugikan orang lain. “Jadi dampaknya selain membahayakan diri  sendiri efek mirs juga bisa berimbas kepada orang lain dan bisa menimbulkan kekerasan kapan  dan dimanapun,“ujarnya.

Dikatakannya, selain itu miras juga menjadi salah satu penyebab menularnya penyakit HIV-AIDS karena setelah mengkonsumsi miras seseorang akan kehilangan kesadaran dan melakukan seks bebas.

“Jadi jika kita ingin hidup tentram, nyaman, dan aman, maka kita harus menyadari betapa besarnya efek negatif yang ditimbulkan miras. Karena miras orang bisa melakukan seks bebas hingga rentan tertular HIV-AIDS. Jangan lagi ada korban karena miras. Jadi masalah miras bukan karena adanya Perda atau tidak, namun karena kesadaran dari kita sendiri,” tandas Iqnasius W  Mimin. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *