Pengusaha dan Pedagang Kecil Mengeluh Sulit Peroleh Kredit Bank

JUBI ––Sejumlah pengusaha dan pedagang  kecil mengeluh soal sulitnya memperoleh kredit dari perbankan.Walaui Pemerintah Pusat sudah memberikan kelonggaran untuk menyediakan dana kredit usaha rakyat. Namun kenyataan di lapangan para pedagang atau pengusaha kecil selalu difinalti dengan ketentuan standar akibat berlaku aturan perbankan.

“Solusinya harus ada Lembaga Penjamin Kredit Dana (LPKD) yang bisa mengatasi hal ini,”tutur Ketua Komisi B DPR Papua, Yulius Rumbairusy kepada tabloidjubi.com, Rabu, (29/2) di ruang kerjanya.

Menurut dia, dengan berlaku ketentuan standart dari Perbankan maka ada dua hal yang dipertanyakan.

“Apakah harus seperti itu, atau kalau harus seperti itu, kita butuh lembaga penjamin yang bisa rekonsiliasi orang atau kelompok yang usahanya fleksibel.”tutur Rumbairusy.

Politisi asal Partai Damai Sejahtera (PDS) Provinsi Papua itu mengatakan pihaknya akan mengundang dinas terkait untuk membicarakan hal ini.

“Saya mau tidak hanya kita sendiri, kita akan undang SKPD sebagai mitra kita untuk bahas masalah ini (lembaga penjamin kredit),” ungkap Rumbairusy.

Wakil Ketua Komisi B DPR Papua, Zainuddin Sawiyah pun mengeluh hal yang sama. Menurut dia masyarakat mengeluh mau kredit tapi tidak tau mau menjamin usahanya melalui lembaga mana. Dia mengakui bahwa kebijakan perbankan di Papua selama ini tidak banyak mentoleransi pedagang dan pengusaha kecil. Bahkan lembaga perbankan yang ada di Papua kata Zainuddin Sawiyah tidak transparan dalam memberikan modal usaha.

Rumbairusy mengakui di Jawa Timur dan Malang ada lembaga khusus yang memfasilitasi pedagang dan pengusaha kecil dalam memposisikan mereka sebagai mediasi antara pedagang atau pengusaha dengan pihak Perbankan. (JUBI/Roberth Wanggai)

         

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *