Tuntut Upah Layak, Ratusan Sopir Tanki Pertamina Mogok

JUBI — Sekitar 200an sopir tanki Pertamina Area Maluku-Papua menggelar unjuk rasa dan mogok kerja menuntut kenaikan upah bagi mereka yang dianggap masih dibawah standar Upah Minumum Pekerja (UMP). Aksi ini berlangsung dihalam kantor Pertamina Area Maluku-Papua jalan Nimboran 2-4 Jayapura.

Sekertaris Pengurus Unit Kerja PT. Pertamina Area Maluku-Papua, Abdul Munif mengatakan, pihaknya menuntut kenaikan gaji pokok sebesar Rp. 2 juta serta tunjangan lainnya.

“Selama ini kami digaji dibawah UMP. Untuk itu kami meminta kenaikan gaji karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan. Padahal para sopir ini tidak hanya melayani rute Kota/kabupaten Jayapura saja, namun juga ke kabupaten lain seperti Sarmi dan Keerom,” kata Abdul Munif.

Menurutnya saat ini ada 15 perusahaan yang bernaung dibawah PT. Pertamia Arema Maluku-Papua. Namun hanya satu perusahaan yang menggaji karyawannya dengan tandar UMP.

“Hanya PT Kokar Katra Pertamina UP 8 yang gaji keryawannya lebih dari UMP. Mereka ada standar gaji sendiri. Gaji pokok Rp. 2 juta belum termasuk lembur dan tunjangan sehingga sebulan sopirnya bisa terima berkisar Rp. 3,5-4 juta. Ini yang akan kami tanyakan kenapa hanya satu perusahaan yang mengikuti aturan yang ada padahal ini kita dibawah satu payung yang sama,” ujarnya.

Untuk perusahaan lain dikatakannya, ada karyawannya yang hanya menerima gaji Rp. 1 juta/bulan tanpa tunjangan apapun. Padahal meski hari raya karyawan tetap masuk bekerja, namun tidak mendapat uang lembur. 

“Kami akan mogok hingga tuntutan kami dipenuhi. Kami ingin gaji kami standar upah pokok dan mendapat tunjangan karena selama ini kami tidak pernah mendapat Jamsostek,” tegas Abdul Munif.

Sementara itu Humas Pertamina, Juni Adam mengatakan, pihaknya akan mencoba memediasi tuntutan para sopir tanki tersebut dengan pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami akan coba memediasi tuntutan mereka kepada perusahaan yang mempekerjakan mereka. Namun itu semua tergantung dari kebijakan perusahaan tersebut, karena kami hanya sebagai perantara saja,” terang Juni Adam. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *