Tiga Tahanan Kasus Korupsi Jadi Staf Ahli DPRD Serui

JUBI — Ironis, tiga  tahanan kasus korupsi masih menjadi staf ahli di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Mereka adalah Amon Wainggai, Jonathan Mansai, dan Markus Karubaba. Sampai saat ini tiga staf ahli itu masih bekerja di kantor dewan

Seorang staf anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen, berinisial SO mengaku, ketiga orang tersebut sampai saat ini masih aktif bekerja sebagai staf ahli di kantor penyambung lidah rakyat itu. Menurutnya, sebenarnya mereka harus diganti lantaran tersandung kasus korupsi. “Bagi saya, tiga orang ini harus diganti terkait dengan kinerjanya. Selanjutnya, mereka masih diproses di Pengadilan Yapen,” katanya saat di temui tabloidjubi.com di Kantor DPRD, Kamis (1/3).

Dari informasi yang di himpun tabloidjubi.com, hingga kini ketiga staf ahli itu statusnya masih menjadi tahanan kota. Mereka juga sementara masih menjalani proses pemeriksaan di Kantor Pengadilan Kepulauan Yapen. Ketiga staf ahli tersebut masing masing-masing Amon Wainggai, staf ahli bidang anggaran, Jonathan Mansai, staf ahli bidang politik, Markus Karubaba, staf ahli bidang pemerintahan. 

Staf anggota dewan ini menjelaskan, staf ahli bertugas membantu dan memberikan telaan kepada anggota dan pimpinan dan anggota dewan dalam rapat-rapat pengganggaran dan pembangunan di Yapen. Jika berbicara soal pembangunan berarti cakupannya luas. “Pembangunan yang bersih dan berwibawa tapi kalau yang bersangkutan tersandung korupsi bagimana ? Itu pertanyaan,” ujarnya. Dia mengatakan, mereka secepatnya diganti lantaran masih bermasalah. “Ini sudah tidak cocok. Harus diganti,” tegas seorang staf anggota DPRD yang enggan menyebutkan identitasnya itu.

Lanjut dia, kinerja mereka sebagai staf ahli sudah pasti berpengaruh terhadap keputusan-keputusan yang diambil. Bagaimana jika anggota dewan hendak mengkritisi soal korupsi sementara staf ahlinya terantuk kasus itu. Saat ini persoalan pembangunan di Yapen marak sana-sini. “Sekarang banyak persoalan pembangunan di Yapen, bagaimana pertimbangan mereka?,” tanyanya. Ia mengibaratkan staf ahli adalah seorang koki yang menyediakan hidangan di sebuah rumah makan. Enak tidaknya makanan dari rumah makan itu tergantung pada kokinya.

Dari data yang di peroleh, ketiga staf ahli itu di periksa sebagai tersangka koruspi di Pengadilan Yapen sejak 2007. Sampai saat ini pemeriksaan masih berlanjut. Status ketiganya sebagai tahanan kota.  Markus Karubaba dengan nomor perkara pengadilan,  67/Pid.B/2007/PN.Sri , kasus dana perlancar pemerintahan, Amon Wainggai, nomor perkara pengadilan, 68/Pid.B/2007/PN.Sri, kasus dana perlancar pemerintahan. Selanjutnya, Jonatan Mansai dengan nomor perkara pengadilan, 69/Pid.B/2007/PN.Sri, kasus dana perlancar pemerintahan. (Jubi/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *